HK is for Hadi Kuncoro

My photo
A Friend, Husband & Father! Time is always change and so does the world! House of Changes by HK is there to partner with you to share, brainstorm and dreams. We build a new pardigm for a better life and society. I do invite you to encourage ourself to lead the changes! Hadi Kuncoro

Friday, September 17, 2004

Ngalor, Ngidul, Ngetan dan Ngulon


Seketika aku terpana dan termenung, dimanakah gerangan aku ?
Itu adalah sekitar tahun 1992 pertengahan manakala aku pertama kalinya ke Djogjakarta seorang diri dan bukan dalam rangka mudik lebaran bersama keluarga.
Walaupun aku masih memiliki keturunan Tiang Ngayogjokarto, tapi kenyataanya aku tak pernah mengenal betul kota tersebut.

Aku : "Maap Pak, numpang tanya"
Bapak : "Inggih Mas ?" bapak tua itu dengan senyum ramahnya (wah bener juga nih, ternyata orang jogja itu ramah-ramah. Gak tau sekarang mah ?)
Aku : " Kalo mau ke Malioboro ke arah mana ya Pak ?"
Orang bilang, kalo kita ke Jogja tanpa ke Malioboro katanya serasa nggak ke Djogja (betul nggak sih ?)
Bapak : "Ooh, Masnya mau ke Malioboro toh ?"
Aku : "Iya Pak"
Bapak : "Masnya terus saja ke Timur, nanti di Bangjo (abang ijo alias Lampu Rambu perempatan merah, kuning, hijau) perempatan Masnya belok ke Utara terus setelah gedung Bank, masnya ke Barat, nanti ada pertigaan ke Utara lagi"
Aku : "Terima kasih Pak, @#$%$#?

Aku coba sebentar merekam apa yang dia katakan sebagai panduan. Ennngg..... Timur, Utara, Barat dan Utara Oke!!
Aku langsung melanjutkan langkah kakiku sesuai dengan daya tangkapku atas petunjuk yang telah kudapat.
Dalam langkahku aku mulai berfikir, "Baratnya sebelah mana timurnya sebelah mana ya ?"
"Duh Gusti, kenapa bapak itu nggak bilang kiri dan kanan saja yah ?"

(hahahaha ini Djogja Mas!!!)

Seketika kuteringat, dan selanjutnya kutengadahkan mukaku ke langit untuk mencari matahari.
"Waduh, pas di atas ubun-ubun lagi...."
Kulirik jam tanganku menunjukan pukul 12 siang tepat, pertanda matahari tepat di atas kepalaku dan membentu titik bayangan tepat dibawahku.
Tanpa berfikir panjang, aku mengambil sebuah inisiatif logika analogi geometri.
Barat berarti ke kiri
Timur berarti ke kanan
Utara adalah ke arah depan
Selatan adalah ke Belakang

Gontai sudah langkahku, keringat bercucuran karena teriknya matahari. Apadaya tempat tujuan tak kunjung muncul.
Ternyata logika analogiku Salah Total!!!

Sekian tahun berikutnya, 2004
Aku : "Da, kalo orang jawa terutama Djogja kalo ngasih petunjuk kok selalu pake nama arah mata angin, emang patokanya apa yah ?"
Eda : "Wah gampang itu, kamu liat aja gunung merapi itu berarti utara"
Aku : "Are you sure ?"
Eda : "absolutely!!!"
Aku : " It's so simple yah $#@%?"
Betulkah ? coba siapa yang asli Djogja ?

salam
h@di yang kangen ke Djogja tea EUY!!!

No comments: