HK is for Hadi Kuncoro

My photo
A Friend, Husband & Father! Time is always change and so does the world! House of Changes by HK is there to partner with you to share, brainstorm and dreams. We build a new pardigm for a better life and society. I do invite you to encourage ourself to lead the changes! Hadi Kuncoro

Sunday, December 04, 2011

ENDONESIA.....! Eh... Maap......








Dan akhirnya aku memutuskan untuk menonton pertandingan sepak bola final antara Tim Garuda Muda VS malaysia di ajang Seagames, langsung di Stadion Gelora Bung Karno. Agak nekad sebetulnya ketika aku memutuskan untuk mengiyakan ke Neng Rosi yang punya gawe dalam urusan tiket meniket, karena sebetulnya saya punya masalah emosional dan degdegan akut kalo pas nonton siaran langsung di TV untuk pertandingan2 olah raga yang berbau Nasionalisme dan Fanatisme.


Sebetulnya, nonton langsung di GBK atau di stadion-stadion lain adalah bukan hal pertama kali buatku. Sewaktu kecil dulu aku sudah diperkenalkan orang tuaku sebagai pendukung Persib The Viking Bobotoh (Persib Nu Aing Euy!) dan itu berlangsung hingga Kuliah. Dan alhamdulillah pas berbarengan tugas kerja, juga pernah mampir di beberapa stadion tim besar. Hingga saat ini yg paling berkesan adalah stadionnya Camp Nou dengan kapasitas 99 ribu-an yang dipunyai oleh FC Barcelona... wuih itu stadion asik banget, dan untuk liat-liat dimusiumnya kita harus rogoh kocek 11 EUR tapi sangat worthed lah! Dan terakhir sempet mampir di salah satu stadion yang bakal dipake dalam pagelaran Piala EURO 2012 di Polandia yang masih tahap pembangunan, Wow... Mantap!


Oops, kembali ke nonton pertandingan Garuda Muda di Seagames. Ya, dari sejak pagi seragam kantorku yang biasanya pake pakaian resmi dengan berjas dan khusus hari itu saya pake Jaket Merah Tim nasional Indonesia. Dan, tepat jam 3 Sore aku dan Mbak Rosita langsung berangkat naik ojek dari kantor ke FX Mall di seputaran senayan dan sauasan sudah bener-bener dibanjiri merah putih di sepanjang jalan dan Mall FX! Ya, Kami janjian dengan dua orang lainnya di Lobby Mall FX dan langsung jalan kaki menuju pintu masuk sektor XII.

Semua berjalan dengan lancar-lancar saja mulai dari sejak diperiksa di pintu bawah, di pintu atas untuk masuk ke sektor kelas I dan VIP sampai kita memilihtempati tempat duduk yang sesuai keinginan kita. Image atau gambaran tentang pemberitaan di TV tidak selamanya semenyeramkan dan menakutkan ketika kita berada di dalam dan berbaur bersama. Dan malah terasa sangat mengasikan : bertemu, teriak, berjingkrak, bernyanyi dengan sesama supporter gila yang sangat nasionalis.


Pada saat kami masuk stadion, pertandingan perebutan Medali perunggu sedang berlangsung. Suasana penonton masih cukup kosong jadi kami boleh bebas memilih tempat duduk. Kami memutuskan untuk duduk tepat dibawah ruang kaca wartawan yang biasa menyiarkan langsung pertandingan. Posisi ini cukup pas karena bisa menonton dalam jarak tidak terlalu jauh dan juga berada hampir di tengah2 sisi lapangan dan yang penting dari sisi keamanan dan keselamatan : di belakang tidak akan ada penonton lain (karena ruangan Kaca Wartawan) dan dari atas tidak akan kena lemparan dari para penonton iseng yang berada di tribun atas.


Ya, lebih asik lagi disebelahku persis adalah sekeluarga penonton mulai dari ibu, bapak, anak, ponakan, saudara. Wow, meriah sekali bahkan saking asyiknya event ini bagaikan acara piknik keluarga. Mereka bawa persiapan lengkap mulai dari peralatan dokumentasi, atribut Tim nasional hingga makanan ringan dan minuman dan bahkan nasi bungkus. Ya, persiapan ransum itu penting karena kita akan menikmati tontonan itu lebih dari 5 jam dari jam 4 sore hingga lebih dari jam 10 malam. Ya! Kami perlu Ransum buat Dinner! Dan, yang gila itu keluarga ternyata datang dari Purwokerto Jawa Tengah!


Mulailah prosesi yang sangat menggetarkan jiwa nasionalisme kita, ketika kita bersama berdiri dengan tegak sembari menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Walopun suara yang tidak serempak dari penonton yang berjumlah lebih dari 100.000 orang, tapi gaung suara lagu itu sangat membuat merinding bulu kuduk apalagi dengan efek gema stadion yang begitu dahsyat.

Keriangan dan keunikan para penonton begitu sangat luarbiasa, mulai bersama menyanyikan lagu-lagu penyemangat seperti lagu Garuda di dadaku, Bendera dll hingga gerakan People Wave (Mexican Wave : dikenalkan waktu piala dunia di Mexico) atau gerakan gelombang berjalan dari seluruh penonton yang berada di stadion. Wow, luar biasa apalagi tak henti teriakan INDONESIA dan lengkingan suara terompet sahut menyahut tanpa henti.


Karena perilaku para penonton yang begitu sangat menakjubkan, terkadang konsentrasi kita pada pertandingani sering teralihkan malah akhirnya menonton Penonton buakan pertandingannya. Dan, sialnya di GBK peralatan canggih multi media itu sangat minim, jadi sangat tidak mungkin mendapatkan tayangan ulang ketika Gool terjadi atau adanya pelanggaran. So, Paling kalo kita missed out the event dan kita harus tanya penonton sebelah. Ya, multi media atau layar monitor di GBK itu hany bisa menampilkan gambar apabila pada saat pertandingan belum berlangsung atau istirahat dengan menampilkan tayangan-tayangan perilaku Candid para penonton, Dan kami sangat terhibur karenanya bisa melihat ekspresi yang lucu, polos, unik dan lugu dari para penonton. (beda banget dgn canggihnya stadionnya Real Madrid bahkan semua area stadion pake wifi yg super duper high speed!)


Dan, ketika Gol tercipta bagi Garuda Muda, YUPS.. kami bernyanyi, berteriak dan berangkulan... (padahal SALING gak kenal juga LOH!) namun ketika Kita kebobolan, Kami semua terdudukmenung lesu. Namun Gelora untuk menyemangati tim kesayangan tidak boleh berhenti, dan kami semua kompak berseru dan berteriak : “ENDONESIA..... (DUNG DUNG DURUNG DUNG).... ENDONESIA.... (DUNG DUNG DUNG).... ENDONESIA......”


+ “Maap Mas, kok teriaknya Endonesia... itu negara Mana yang sampeyan dukung Mas....?” begitu tanyaku ke Mas-mas penonton sebelahku sambil teriak sekencang mungkin.
- “Loh Piye toh Mase... aku yo dukung Endonesia Toh...!”
+ “Mas, bukan ENDONESIA tapi INDONESIA.... EUUYYY....”
Dan kami berteriak dan berjingkrak lagi dengan riang gembira.... tak perduli bahwa bisa jadi Tim olah raga Indonesia banyak mengalami kekalahan ketika sedang bertanding walaupun dukungan penonton yang begitu sangat banyak karena sebetulnya mereka justru sedang bukan mendukung TIM INDONESIA!


Tulisan Oleh-oleh dari Seagames CABOR Sepak Bola
Salam Ti Si H@di Tea Euy!

Friday, November 18, 2011

ASRAMA, ASMARA, SAMARA......






Suatu malam menjelang tengah malam, kemudian aku ditelponi kawan kecilku yang ingin menyampaikan curahan hatinya dalam permsalahan hidup rumah tangga bersama suaminya. Sebetulnya cukup lama kami tidak pernah berhubungan selepas dari masa kelulusan sekolah dulu, namun waktu sekolah dulu kami adalah satu gank yang kalo kata anak saya sekarang adalah BFF (Best Friend Forever). Dan. Teakhir bertemu adalah pada saat menghadiri pernikahannya dengan suaminya itu.


Pernikahan yang begitu sangat megah dan membanggakan itu menjadi sangat luar biasa dibandingkan dengan prosesi pernikahan aku bersama bundaku tercinta. Banyak undangan mulai dari kalangan tokoh masyarakat, pejabat yang menjadi rekanan orang tua kedua mempelai hingga rekan-rekan sejawat dari sang pengantin. Semua dari kami melihat momentum tersebuit bagaikan cerita puteri dan pangeran dari kerajaan impian. Hampir semua berdecak kagum dan merasa ngiri atas apa yang terlihat.


Sejenak setelah menerima curhatan BFF-ku ini, tertegunlah aku mensyukuri atas apa yang aku miliki bersama bundaku. Ya, kami merangkai perjalanan proses pernikahan ini hanyalah dengan cara sederhana yaitu dengan cara menjalin kecintaan dan kerjasama, mendahulukan kepentingan bersama, ketentraman hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad/fisik yang disyari’atkan.


Kami, bahkan tak mengerti apa yang sering disebut banyak orang ketika memberikan ucapan selamat dalam menghadiri undangan pernikahaan “Selamat ya, semoga pernikahannya menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah!”


Dan bagi kami Pernikahan adalah benteng yang dapat menekan kejalangan nafsu seksual dan menghalangi kami dari keterjerumusan ke dalam lubang-lubang maksiat.


Kembali pada SAMARA (Sakinah Mawaddah Rahmah), yang Kami fahami hanyalah sebatas arti dari Sakinah yang berarti kedamaian, ketentraman, ketenangan, kebahagiaan.Kata mawaddah berarti kasih sayang, dan Rahmah, kelembutan hati dan perasaan empati yang mendorong seseorang melakukan kebaikan kepada pihak lain yang patut dikasihi dan disayangi. (disarikan dari beberapa sumber yang pernah aku pelajari)


Yang menjadi seringnya permasalahn muncul dalam hubungan suami ister atau kekasih adalah keinginan menyamakan dari dua yang berbeda. Ya, Tuhan menciptakan segalanya dalam bentuk berpasang-pasangan (bisa diartikan menjadi berbeda-beda). Akan sangat berat ketika sebuah pasangan yang jelas-jelas berbeda ingin menyamakan segalanya pada satu sisi keinginan dari pasangannya yang lebih dominan. Pastilah tak akan berhasil.


Ingat, berpasangan artinya berbeda seperti layaknya pria dan wanita adalah mahluk yang berbeda dari segala aspek : fisik, psikologis, alamiah dan lainnya. Bahkan suatu saat lalu bersama kawan-kawan sekantor, aku pernah membincangkan apa aja sih yang membedakan pria dari wanita dan beginilah serunya perbincangan itu :


Si Mar bilang “Laki itu “Bangun”nya kalo pas pagi, tapi wanita kalo pagi dasteran”


Si Pur manimpali “Perempuan itu menyusui sampe umur dua tahun saja, kalo Laki maunya sampe pipi kempot aja masih nyusu...”


Si Tus langsung nyamber “Perempuan itu cek kedokter kalo telat, tapi kalo laki cek kedokter kalo kecepetan....”


Ah ternyata temen-temenku di kantor itu gelo semua, otaknya perlu di cuci... dan gilanya temenku ini semuanya perempuan loh.



Salam ti Si Hadi Tea Euy
Selamat weekend kawan!

Thursday, November 17, 2011

Menulis......


Hari ini saya chat dengan seorang kawan yang ternyata beliau sedang menyiapkan hari peluncuran buku barunya. Entah kenapa setiap ada kawan yang senang menulis apalagi yang sudah menerbitkan bukunya saya selalu terkagum-kagum dan berusaha membeli buku yang dibubuhi tanda tangannya.

Saya, hingga sekarang masih terus berangan-angan untuk menerbitkan sebuah buku. Yang pada akhirnya hingga sekarang paling banter saya hanya bisa menulis di status Facebook atau di Notes dan paling bagus di Blogs ini.

Ya, tidak mudah untuk menjadi seorang penulis. Bukan sebatas harus memiliki kemampuan berimajinasi, kreatif, berpengetahuan yang luas saja tapi pula harus memahami tatalaksana berbahasa yang baik dan benar (Grammernya kudu benar lah!) dan komitmen disiplin yang tinggi.

Bagi saya menulis hingga kini hanyalah merupakan sebuah hobi semata (suatu saat nanti akan menjadi sangat serius, itu komitmenku!), sehingga terkadang tatalaksana kaidah penulisan pun saya tidak perdulikan dan bahkan ngawur sama sekali, gaya bahasa yang menggunakan bahasa gado-gado dan es campur (kadang campurannya pake roti juga) dari indonesia, Sunda, jawa, English semua campur aduk.

Dan apa yang menjadi balasan dari hobi menulis saya tersebut. Yah, sebagian ada yang mengapresiasi (melanjuti ke media JAPRI untuk berdiskusi), sebagian lain kadang ada yang mencaci maki dan kirim e-mail kaleng (apalagi kalo temanya tentang SARA) serta ada yang lain juga Bahkan senang mengkomentari & mengkritik cara saya menulis. Bagi saya itu menjadi suatu proses pembelajaran dan BELAJAR untuk mewujudkan mimpi yang telah dikomitmenkan yaitu MENJADI PENULIS.

Wow, Menjadi seorang penulis pun dituntut sebuah pertanggung jawaban, bukah hanya pertanggung jawaban isi yang benar, pertanggung jawaban manfaat dan pertanggung jawaban moral dalam membawa kebaikan kepada semua pembaca dengan tingkat kemampuan dan pemahaman berbeda satu dengan yang lain.

Dan dengan hobi menulis maka memaksa kita untuk selalu membaca, belajar, dan jeli memperhatikan sesuatu sebagai sumber inspirasi.

Dan saat ini, Sebut saja kawan-kawan saya difacebook yang sudah menjadi penulis Buku cetakan professiona seperti mbak Ade Ummi Fikri (dengan buku Love Asset : Sukses Launchingnya ya mbak weekend ini!), Pak Ahman Sutardi (buku ke empatnya), Bung Sonny Setiawan sang ketua JBDK (Jangan Bugil di Depan Kamera) dengan beberpa bukunya, Pak Wawang Sukmoro (Buku-buku Si Tulip), Nyi Vinon dengan Sastra Pra nikahnya dan banyak lagi para pesohor buku (mbak Asmanadia, Mbak Helvy Tiana, Pak Isa Alamsyah, Pak Bambang Trim dan yang lainnya. Ohya tak lupa ada juga kawan-kawan penulis di weblogs dan website seperti Boss Alex Marpaung di Kompasiana, Pak Didiet Hidayat di blogsnya, Bung Andi Mulia dengan blog pebisnisnya, Kang Adrian Tisna dengan blogs asiknya, Kang Luigi Pralangga dengan website PBB-nya, dan Boss Anda Suliyono dengan Blognya yang sangat indah.

Selamat pada semua sahabat yang sudah menjadi penulis yang hebat, saya ingin segera belajar dan mendapatkan ilmu-ilmu kalian. Karena sekarang bahkan saya lebih sering menulis di COMMENT Wall atau statusnya orang alias jadi komentator. Dan kalian tahu persis seorang komentator diibaratkan analoginya seperti komentator pertandingan Sepak Bola, DIA yang selalu lebih pintar dari pemain bahkan pelatihnya, padahal pas sendirinya berada di tengah lapangan dia akan bergumam :

"Aje... Gile, Itu Gawang Jauh bener Ye... Ampuun Diijeee"

Ayo, Segera Menulis! Dan menulislah yang baik-baik dan bermanfaat!

Salam Ti Si Hadi Tea EUY!

Monday, November 14, 2011

By Sikil...........


Banyak sekali dari kita hanya menjalankan ritual tanpa memahami pengetahuan baik itu sejarahnya ataupun juga filosifi dari apa yang kita kerjakan. Begitupun suatu saat ketika saya ngemce-i sebuah acara pembuakaan toko sepeda kawan. Ya, banyak yg tidak tahu sejarah tentang sepeda.

Sepeda menurut telusur di mbak google (wikepidia) bermula di abad 18 di Perancis dengan sebutan nama Velocipede. Yang konon bahasa ini terbawa ke Belanda dan selanjutnya merunut sejarah kolonialisasi Belanda atau Portugis membawanya juga ke Indoneisa (Hindia Belanda). Sayang namun kemudian biar gampang Si Meneer Belanda or Portugis ini menyingkatnya menjadi Cipede yang ternyata (Wallohualam) terdengar oleh orang pribumi menjadi SEPEDA. Dan Hingga sekarang kita mengenal sebutannya sebagai SEPEDA.

"Dan, kemudian tahukah kalian berasal dari bahasa mana & apa, asal usul kata bicycle dalam bahasa Inggris yang bermakna Sepeda?" Begitu pertanyaan untuk games permainan untuk memenangkan doorprize pada seluruh bikers.

Sebagian besar audience cuman bisa cengar-cengir dan garuk-garuk kepala, sebagian menjawab :

"Dari Bahasa Arab..."

"Amerika..." dll

Dan sekonyong-konyong dari belakang kerumunan Bikers, munculah Sang kakek (teman ngawangkong) berteriak :

"Dari Bahasa Jawa.... BY SIKIL...." dan terpaksalah saya menyerahkan kaos sepedaan bermerek ke sang Kakek sebagai Doorprize. Dan komentar Saya sambil menyerahkan hadiah "Kaosnya dipake buat sepedaan ya Kek...!"

Tahukah, ternyata istilah Sepeda memiliki sebutan berbeda-beda di masing-masing daerah : sebut saja PIT : dari Daerah Jawa tengah & Timur, Kereta Angin : di daerah Sumatera utara, di Sunda sebutannya Sapedah, di Aceh kuetangen atau kuetanging, di Malaysia disebut basikal dan lainnya....

Selamat malam dan menikmati kemacetan Jakarta!

Salam Ti Si H@di Tea EUY!

Sunday, October 09, 2011

"Ini Aku Loh!!" (Statusku adalah Pencitraan Diriku)


Status : Hadi Kuncoro Ndak nyampe-nyampe....
Fri at 9:45pm via Mobile Web • Comment • LikeUnlike • View Feedback (12)Hide Feedback (12)


Sembilan jam dari release pertamakali status tersebut di atas, telah menghasilkan 12 komentar yang cukup beragam. Dari keberagaman comment tersebut lebih dari 80% menunjukan perception value commentary base (komentar-komentar berdasarkan nilai-nilai persepsi atau terkaan) dari si komentator dan bukan atas dasar re-confirmation answer.

Ya, proses interaksi dalam status dan komentar-komentar tersebut diatas adalah merupakan bagian dari hasil proses pencitraan diri yang sudah tertanam pada benak komentator terghadap sang penulis status. Sekedar mengingatkan kembali bagi yang pernah belajar tentang ilmu marketing bahwa selain ada marketing mix 4 P ( di Notes terdahulu berjudul [Teori Aplikasi Sehari-hari] Bauran Pemasaran) [Teori Aplikasi Sehari-hari] Bauran Pemasaran)
Juga ada subyek materi pembahasan mengenai Segmentasi, Diferensiasi dan Positioning. “Mudah-mudahan masih ingat ya... tapi kalo pun tak ingat ya sudahlah jangan terlalu di ambil pusing”

Intinya adalah : Di dalam proses Diferensiasi paling tidak memiliki 5 elemen, yang mana salah satunya adalah diferensiasi citra dimana proses ini bermaksud untuk membangun atau membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan. Semantara, Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berada dalam benak pelanggan sasarannya (Kotler, 1997).

Sebuah perusahaan dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan terhadap produknya dan produk pesaingnya sehingga akan dihasilkan peta persepsi. Dengan menggunakan informasi dari peta persepsi itu, dapat dikenali berbagai strategi penentuan posisi antara lain : a. Positioning menurut atribut produk, b. Positioning menurut manfaat Produk, c. Positioning menurut harga/ kualitas, d. Positioning menurut penggunaan/ penerapan, e. Positioning menurut pemakai Usaha, f. Positioning menurut pesaing dan g. Positioning menurut kategori produk

Dalam keseharian, terkadang tanpa sengaja atau tanpa sadar kita telah melakukan proses positioning tersebut, yang pada umumnya dalam hal ini kita sebut sebagai proses Pencitraan diri. Mengapa? Karena dalam interaksi kesehariannya bahwa setiap saat dan dimana saja kita sebagai mahluk sosial pastilah selalu dinilai oleh orang lain. Positif dan negatif penilaian orang lain pada diri dan keluarga kita juga ditunjang dari bagaimana setiap anggota keluarga membawa nama baik keluarga. Bagaimana bersikap baik dengan tetangga, aktif di kegiatan bermasyarakat, ikut menjaga ketertiban di lingkungan tempat tinggal, dan semacamnya. Proses pencitraan diri ini seperti layaknya sebuah perusahaan yang selalu menjaga proses hubungan baik dengan relasi dan pelanggannya.

Ya, pencitraan diri itu sangatlah penting. Bagaimana kita menampilkan diri kita di hadapan orang lain sehingga kita mendapatkan citra yang positif dari orang lain. Salah satu contoh baik dan segera untuk bisa kita lakukan bersama dalam proses pencitraan diri pribadi kita adalah tersenyum. Sebuah senyuman mengandung empat hal penting yaitu : kepercayaan diri, kebahagiaan, antusiasme dan penerimaan terhadap orang lain. Orang tersenyum dianggap percaya diri karena ketika seseorang gugup atau tidak yakin pada diri sendiri maka kecenderungannya adalah tidak tersenyum. Senyum menunjukkan kebahagiaan, sudah pasti.

Dan kecenderungan manusia akan menyukai orang-orang yang bahagia. Senyuman menunjukkan antusiasme karena senyuman menunjukkan bahwa kita senang bertemu dengannya, kita memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu dengannya dan ia akan menganggap kita tertarik dengan hal-hal yang akan dibicarakan kemudian.

Dan terakhir, senyum menunjukkan penerimaan kita terhadap orang lain, karena dengan senyum berarti kita bahagia menerima kehadirannya dihadapan kita.

Namun, dibalik semua bahasa tubuh itu, satu hal yang penting untuk diingat adalah selalu berpikir positif kepada siapapun yang kita temui. Dan pola berfikir tersebut akan memperlihatkan suatu hal yang positif dalam tampilan diri kita dimata orang yang kita temui.

Ketika Aku mencoba menuliskan status di atas maka persepsi pencitraan diriku berdasarkan dari komentar-komentar sahabat-sahabatku adalah sebagai berikut :

Status : Hadi Kuncoro Ndak nyampe-nyampe....
Fri at 9:45pm via Mobile Web • Comment • LikeUnlike • View Feedback (12)Hide Feedback (12)

Dan Kang Budhi Patriawan sahabat kecil saya berkomentar “Naik bangku om..”
Pak Dede Ruhiat sahabat kantor lama saya dengan komentarnya “Pakai baling baling bambu coba om........”
Kang Juljul Juliansyah Purnama sahabat di kantor lama lainnya “pake tangga bos...pis”
Mbak Dyah Retno 'Cemp' teman waktu kuliah : “lha opo disunggi bareng2...? malah mengko dikiro arak2an....:)” (artinya kurang lebih... kalo diangkat bareng-bareng, malah nanti dikira arak-arakan)
Oom Edwin Widiantoro sahabt kecil saya : “geura atuh!”
Abangku Teguh Heri Susanto Brengos sahabat ketika di asrama : “kalo minum susu sama sapi (Dan cow) pasti nyampe bang...”


Dan ketika aku Hadi Kuncoro menjelaskan : “Hahahaha..... Ini jalanan macet.... Kok lama banget ndak nyampe rumah..... Gwa aja sebel apalagi supir gwa yg nyupir ya...... BTW Thanks Guys, I got an idea for my notes........”

Tambahan komentar dari Kang Budhi Patriawan : “Oh kirain lg ganti bohlam..”
Koreksi komentar Kang Juljul Juliansyah Purnama :“makanya bos ganti ojex aje...cpt...”


Ternyata pencitraan diri yang berlandaskan fisik akan jauh lebih mudah direkam dibandingkan dengan pencitraan diri yang berangkat dari dalam. Menghadapai kenyataan ini maka marilah kita lebih bekerja keras dan untuk segera mengupayakan proses pencitraan diri dari dalam karena hal tersebut membutuhkan upaya dan konsistensi lebih panjang dari sekedar pencitraan fisik.
Mari kita sambut weekend ini dan seterusnya dengan senyuman dan pola berfikir yang positif (termasuk dalam ber FB) agar kita bisa menyampaikan keorisinalitasan citra diri kita yang baik dan positif.

Selamat ber Akhir pekan ..... Salam dari Si H@di Tea dan Keluarga EUY!!

Go Show & Cancelled!


Bahwa itulah arti sebuah nilai keluarga. Ya, seharusnya weekend ini aku dan isteriku menghabiskannya di Bangkok dan menikmati candle light dinner di sebuah kapal pesiar menghabiskan malam minggu.

Dari sejak awal perjalanan aku begitu sangat bergairah, terlebih setelah sekian lama kami sukar sekali menemukan waktu yg pas berbulan madu yg kesekian kali, hanya karena alasan kedua bidadari kecil kami. Kebetulan aku hrs melakkan perjalanan bisnis terlebih dahulu ke chiangmai dan isteriku akan menyusulnya melalui singapore untuk kemudian bersepakat bertemu dihotel di bangkok untuk memulai bulan madu.

Tepat 2 jam sebelum keberangkatan pesawat isteriku ke singapore, 'tuilit... Tulilit....' SMS masuk dari isteriku, mengabari bahwa dia sudah di bandara dan siap untuk take off menuju singapore 'Yah, Bun lg tunggu take off. Oh ya, udah beli cruise tour by online, tolong cek email confirmtionnya ke alamat Ayah...'

Wow... It's surprise, I was not expecting to have cruise tour with candle light dinner. Ya, bundaku selalu menyempatkan untuk memberikan kejutan-kejutan manis ketika kita berencana nge-date.

Sekitar satu jam setengah dr sejak SMS pertama, kemudian ada kabar terbaru dari isteriku 'Pesawatnya delay 1 jam 45 menit, Yah!' dan aku hanya bisa balas SMS dgn sangat singkat 'Ok, take care... Love you!'. Sementara aku masih sibuk melanjutkan tugas pekerjaan yang harus diselesaikan malam itu.

Dan satu jam dr sejak SMS kedua, kabar buruk itu datang...'Yah, kakak sakit muntah2 terus gak berenti... Gimana nih Yah?' dan aku mencoba menenangkannya dan segera menghubungi ke rumah mencari tau apa yang terjadi dengan bidadari kami.

'Yah, jadi gimana dong?' begitu pertanyaan isteriku, akhirnya setelah kami tahu bahwa Si Kakak memang sakit dan sepertinya cukup menghawatirkan untuk segera didampingi oleh salah satu orang tuanya paling tidak untuk dibawa ke rumah sakit.

'Ayah fikir anak-anak adalah yang utama. Kita coba nanti rencanakan ulang bulan madu kita berikutnya....' Dan pada akhirnya anak-anaklah keutamaan kami walopun semua pertiketan mulai dari pesawat, hotel, tour agency dll hangus tanpa bisa direfund.

Dulu ketika kami masih berdua, perjalanan go show concept kapan dan kemanapun bisa sangat tiba-tiba, bahkan tanpa rencana sekalipun. Sekarang setelah cinta kami terbagi rata sama besar untuk berempat, bahkan perencanaan matangpun bisa sangat menggagalkan sebuah perjalanan wisata yg kami impikan, karena bagi kami keluarga adalah keutamaan.

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti para sahabat yg belum dan berkehendak menikah dan memiliki keluarga, sebaliknya bahwa kejadian-kejadian dalam keluarga inilah yang membuat kami selalu belajar dan belajar dalam menghadapi berbagai situasi.

Dan, bahkan gilanya lagi kalo rencana ini berjalan dengan sukses... Kebayang kan? Di kapal pesiar berduaan (saja... Pake saja yah!) dan semua dilayani... Dan hemmm tentunya bisa bikin kita mabuk kepayang! Sekarang coba bayangkan lagi, setelah candle light dinner apa yang akan terjadi... Ketika hanya kita berdua yang sedang dimabuk asmara penuh dengan taburan cinta..... Huiih betapa nikmatnya memiliki kekasih hati! Ahaa... Menikahlah Kawan Karena akan memebuatmu kaya ..... Selamat berlibur kawan!

S@lam ti Si h@di Tea EUY!
Di tulis di dalam perutnya TG 433