HK is for Hadi Kuncoro

My photo
A Friend, Husband & Father! Time is always change and so does the world! House of Changes by HK is there to partner with you to share, brainstorm and dreams. We build a new pardigm for a better life and society. I do invite you to encourage ourself to lead the changes! Hadi Kuncoro

Sunday, May 24, 2009

Si Kecil dan Si Besar

Tumben kemudian isteriku tertarik dengan dialog mengenai Presiden Pilihanku di salah satau TV swasta kemarin malem. Perdiskusian dan penyampaian visi misi dari capres “Jang Kecil” (baca yang kecil : red) dan “Si Besar” membuat kami berdua melanjutkan perdiskusian hingga perjalanan tadi pagi di mobil menuju kantor dengan saksi driver kami yang terus cengar-cengir mendengarkan perdebatan itu.

Legend :
+ Aku
- Isteriku
@ Driver

+ “Si Kecil itu memang lebih cocok utk menjadi pemimpin masa depan, walopun sebetulnya aku mengharapkan Kecil dan Besar melanjutkan 5 tahun kepemimpinan ke depan bersama instead of berkompetisi” begitu perdiskusian dimulai olehku
- “Ya.. tapi kan memang faktanya sudah bercerai dan beradu satu dengan lain, Si Besar lebih baik lah..” balas isteriku
+ “Dasarnya Apa Besar lebih baik dari Kecil?”
- “Seorang pemimpin yang baik itu tidak menjelek-jelekan orang lain, trus lagian kalo Kecil jadi presiden kayaknya nggak ada wibawanya aja kalo diplomasi ke luar negeri udah kecil trus kumisan....ah gimana gituh...” jabar isteriku mulai ngotot
+ “Wait...wait....wait... sebentar... nggak bisa dong fisik begituh, Hitler kecil kuasai dunia, Einstein kecil pengaruhi dunia, dan lagian Aku pun tak besar-besar amat....
- “Situ kecil kaleee” njeplak isteriku
+“Iya Kecil, tapi kan bisa kukuasai dunia wanita paling tidak di rumahku sendiri toh...hahaha.... trus kalo masalah menjelekan...then statment yang mana si Kecil menjelek2kan orang lain...nggak ada itu.... jangan hyperbola dong ah....” jawabku mulai agak panas...
- “Coba liat janji pertumbuhan ekonominya yang lebih tinggi ndak realistis itu, dan lagian seorang presiden bukan seperti pemimpin perusahaan yang bisa melakukan segala hal begitu pragmatis, semua ada hitung-hitungan politis dan diplomasi” isteriku mulai semakin memintar dan mengeyel
+ “Loh make sense kok 8-9% ke depan selama 5 tahun, tapi kalo dalam waktu yg sama cuman 7% itu sih ndak ada perubahan namanya, cuman lanjutin doang... apa yg ada tanpa kerja keras. Ingat Bangsa ini perlu perubahan dramatis, si Kecil itu kombinasi pragmatis dan juga hitung-hitungan politis juga diplomatis, kayak kasus bencana yang pragmatis aja, ndak perlu kelamaan ngitung... save the victim’s life that the first thing first” saya mulai ndak sabar.....

Bla...bla....bla......

+ “Kamu pilih siapa Larno ?” tanyaku ke driver kami pada saat menjelang sampai di kantor dan harus turun
@ “Saya sih milih yang hasih banyak gratisan aja Pak, mudik gratis, kaos gratis ....hehehe” jawab driver kami sambil cengar-cengir
+ “Syaul lo ah...”

Moral of The Story :
1. Demokrasi (melalui pilpres) bisa serta merta membuat isteri sangat tertarik terhadap acara TV show political dialogue, padahal biasanya nonton Topodade Dream Girls... ternyata in the certain case bisa juga kesamaan hobi muncul dengan menyenangkan
2.Gara-gara point 1 di atas serta merta suami kaget karena pertama senang ternyata isteriku diam-diam mengembangkan wawasan politiknya juga, tapi kedua sebelnya jadi serius amat yah diskusinya... padahal hari ini menjelang weekend dan kejepit pula, kok otot-otoan.
3.Jangan diskusi semacam ini dilakukan di depan anak2 kita (terutama anaknya masih kecil), karena nanti dikira kita lagi bertengkar dan atau atau di depan driver kita, ntar dikira kurang kerjaan....

Selamat berakhir pekan.... tulisan ini bukan dilatarbelakangi unsur politik dukung-mendukung capres dan bagi capresnya yang ndak tersebut mohon maaf, tidak ada maksud apa2, sungguh kami hanyalah mengisi waktu ditengah kemacetan jakarta.

SalamTi si h@di tea EUY!