+ Andrey Garnilova (AG) “Indonesian people has intentionally to endeavor the rules...”
- Aku “To seek a way out of the rules is meaning for creative, isn’t it ?”
+ AG “Creative from a good man is not on the negative things.....”
Dan begitulah percakapanku dengan colleague dari Rusia sana, dalam melihat kenyataan bahwa hebatnya orang Indonesia yang selalu mencari cara mengakali peraturan-peraturan yang berlaku.
Sebetuljujurnya bagiku sangat menyedihkan menerima komentar yang begitu sangat negative terhadap perilaku-perilaku yang sering terjadi di negeri ini. Namun apa daya, aku sendiri tak memiliki bukti kuat untuk membantahnya karena seringkali perilaku-perilaku tersebut tampak di depan mata kita. Sebut saja bahkan di jalan Sudirman Jakarta ini yang sudah diberi pagar, bahkan tetap saja para penyebrang jalan melintas seenaknya, padahal jembatan penyebrangan tersedia tak lebih dari 10 meter sebelah kanannya.
Padahal ditilik dari sisi pendidikan dan kedekatan bimbingan dalam keluarga, Bangsa ini paling banyak mengajarkan tentang adab dari kita sejak kecil dulu. Sebut saja; sila kedua dari dasar negara kita yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab, kita selalu diajari bagaimana adab terhadap orang tua atau guru, bahkan agama pun mengajari adab terhadap sesama dan bahkan gilanya bukan hanya sekedar adab antar sesama manusia saja tapi juga dengan binatangpun kita diajari memiliki adab yang baik, misal adab menyembelih ayam atau hewan kurban dan lain sebagainya.
Sekarang ketika Facebook membooming pun ada ratusan ribu orang Indonesia menjadi member berbagai group komunitas tentang kebaikan sebut saja; komunitas Pak Mario Teguh, Komunitas berbasis keagamaan bahkan ada yang specific bergabung dalam group kelompok Belajar Adab contoh Rasulullah Belajar-Adab-Adab-Sunnah , Namun kemudian itu semua seolah tak ada artinya ketika kita melihat kenyataan bahwa aktifitas pelanggaran adab-adab perilaku sering terjadi di keseharian aktivitas di Negeri ini, bahkan hampir 24 jam mulai di jalan, di kantor sampai di televisi.
Sialnya kemudian, ketika kemudian kita tertangkap basah sedang melanggar sesuatu aturan, seringkali kita mencari pembenaran dengan cara menyalahkan contoh-contoh adab perilaku buruk dari para atasan dan petinggi bangsa ini.
+ Aku “Maaf Pak, kenapa bapak bawa motor di jembatan penyebrangan?”
- Si Bapak “Ah... cerewet amat sih lo, biar cepet!!” sembari menggas motornya... bruum brumm.... berusaha melewatiku dan kawan-kawan yang sedang berjalan kaki
+ Aku “Ya, tapi ini kan tempat buat menyebrang pejalan kaki Pak...” sembari aku tetap mencoba menghalangi jalan laju kendaraan bermotor tersebut.
- Si Bapak ‘Heh... Elo, polisi juga bukan... Minggir lo !!! kalo Lo mau, tuh koruptor di pemerintah ma anggota DPR Lo bilangin juga.....”
Dan kemudian aku tertegun melongo, bahwa :
1. Aku bukanlah seorang aparat hukum yang harus menyeret para pelanggar hukum, tapi bahwa aku hanyalah pemilik hak pengguna jembatan penyebrangan jalan
2. Apa hubungannya melanggar peraturan penyebrangan jalan dengan para anggota DPR
3. Kenapa kemudian jadi dia yang lebih galak yah ?
Dan menurut pemahaman saya ADAB adalah berarti adat kebiasaan. Kata ini menunjuk pada suatu kebiasaan, etiket, pola tingkah laku yang dianggap sebagai model. Dan, adab ini merupakan cerminan pribadi diri akan ahlaknya. And It’s about private manner yang tumbuh dari kekuatan akhlak seseorang.
Tadi malam aku berdiskusi dengan seorang sahabat, beliau termasuk seorang executive muda Jakarta kelas menengah atas. Bahkan sebagai lawyer sahabatku pun menjadi kesulitan bagaimana menemukan cara agar Bangsa ini segera memperbaiki mentally defect-nya agar stigma negative hilang dan pergi dengan segera serta berbalik arah menjadi stigma masyarakat yang betul-betul ramah, santun, giat bekerja dan bersungguh-sungguh dalam melakukan adab yang baik.
Bahwa faktanya kamipun berdua bersepakat bahwa Bangsa ini adalah bangsa yang kaya baik sumber daya alam maupun populasi, tingkat kecerdasan juga tak memalukan dengan beberapa kali meraih medali di dunia science dan pekerja keras. Terkait dengan pekerja keras ini aku ingin menghigh light bahwa kita memiliki endurance dan stamina yang baik dalam bekerja, sebut saja : Ibu-ibu pedagang sayur harus memulai hari dari sejak dini hari hingga kembali di malam hari, pekerja kantor berangkat subuh dan kembali malam hari karena kemacetan dan rintangan lainnya, dan masih banyak fakta betapa perkasanya bangsa ini.
+ Aku “Maaf Ibu, kami semua mengantri loh.....” begitu aku mengingatkan seorang ibu yang sedang memanfaatkan “keibu-ibuannya” mencoba untuk tidak mengantri, dan bukan karena kesungguhan dalam keadaan darurat (Saya sempat melihat Ibu ini sedang bermake up di dalam mobilnya diparkiran dan jarak waktu dari saya melihat beliau hingga mengantri sekitar 13 menit, so tidak ada kejujuran terburu-buru tersebut!).
- Ibu “Aduh maaf Ya Dik, Saya sedang terburu-buru nih boleh duluan nggak ?” Sembari mengeluarkan smiling magic-nya
+ Aku “Maaf Bu, silahkan mengantri... Kan sudah ada pengumuman aturannya tuh...” sembari aku menunjuk pada sign board yang bertuliskan HARAP MENGANTRI DENGAN TERTIB!
- Ibu “Ah.. Aturankan yang bikin manusia, jadi bisa di atur ituh.....” sembari sewot dan akhirnya Sang Ibu terpaksa turut mengantri sembari menjadi totonan bagi para pengantri.
Dan dengan riang Aku menjawab “Aduh iya nih Bu... sayangnya Saya teh bukan buatan manusia Bu... jadi saya nggak bisa diatur oleh manusia yang kurang memiliki adab yang baik!”
Dan mari kita bayangkan bahwa:
1. Ibu tersebut sedang berupaya mencoba melakukan trial and error (kebiasaan gambling dan mencari jalur singkat - bangsa ini banget)
2. Sangat memungkinkan ibu tersebut berbohong mengenai keterburu-buruannya
3. Ibu tersebut tidak memiliki kemampuan perencanaan dan priority management
4. Menganggap semua itu bisa diatur walopun harus kemudian tidak menghargai hak orang lain
5. Dan dia adalah seorang Ibu/Bunda/Mama/Ummi/Mommy yang memiliki beban tanggung jawab lebih besar untuk memberikan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anaknya tentang nilai-nilai mulia.
Selamat berakhir pekan, semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk menjalankan adab yang baik dan benar dalam keseharian
Salam Ti Si H@di Tea EUY!!
HK is for Hadi Kuncoro
- Hadi Kuncoro
- A Friend, Husband & Father! Time is always change and so does the world! House of Changes by HK is there to partner with you to share, brainstorm and dreams. We build a new pardigm for a better life and society. I do invite you to encourage ourself to lead the changes! Hadi Kuncoro
Sunday, October 31, 2010
Sunday, June 06, 2010
Kalo Saya Sales Emang Kenapa Oom ?
+ Seorang Bapak “Bekerja dimana mas ?”
- Kawan “Di Perusahaan XYZ Pak...”
+ Seorang Bapak “Perusahaan apaan itu Mas?”
- Kawan “perusahaan Asuransi Pak...”
+ Seorang Bapak “Sebagai apa disana ...”
- kawan “Di sales Pak....”
+ Seorang Bapak “Oh agen asuransi yah...”
Dan kemudian sang Bapak terlihat berusahaan menarik diri dalam perbincangan bersama kelompok kami (aku dan kawan-kawan) dalam suasana hangatnya makan malam di tempat nongkrong jajanan Taman Menteng beberapa waktu yang lalu. Melihat dari penampilan dan dandanannya sepertinya beliau paling tidak berada di kelas menegah agak atas.
Ssst.... Bisa jadi Sang Bapak takut di prospek oleh kawan saya ini atau mungkin dia memiliki pengalaman buruk dengan kawan-kawan sales atau agen sebuah perusahaan sebelumnya, atau mungkin pula memang beliau sama sekali tidak tertarik dengan dunia kami (dunia sales atau perdagangan).
No, Bukan ingin membahas siapa Bapak tersebut. Tapi... Ya, dalam kehidupan ini ada selalu bentuk pengelompokan atau tingkatan dan kelas-kelas. Tidak hanya dalam sebuah sistem pendidikan yang menerapkan jenjang kelas atau dalam sebuah organisasi baik formal maupun informal melalui sebuah tingkat jabatan dan lain-lain, bahkan dalam sebuah profesipun ada kelas-kelas dan kelompok-kelompok dari yang kelas dianggap profesi atau bidang pekerjaan prestisius seperti dokter, pengacara, Accounting, dll hingga profesi yang dianggap kelas dua atau kelas teri seperti transporter, orang gudang, Sales dan lainnya.
Mungkin kita pernah mendapat atau membaca informasi mengenai hasil survey berapa range gaji untuk posisi accounting supervisor dengan sales supervisor dan juga warehouse supervisor, dan ketiganya menunjukan angka range yang sangat berbeda bahkan walopun dalam grade level yang sama.
Biasanya setiap tahun survey semacam itu di publish oleh KelXX SerXXX sebagai sebuah perusahaan Human Capital terkemuka. Saya meyakini bahwa si Human Capital ini tidak menginginkan adanya pengelompokan persepsi atas dasar prestisius, elite atau teri dan kere. Namun sayangnya masyarakat seringkali memiliki persepsi pemikiran dengan caranya sendiri.
Sebut saja pekerjaan dibidang sales kadang menjadi pilihan terpaksa bagi sebagian besar para fresh graduate dari sekolah-sekolah tinggi negeri ini. Bahkan terkadang orang tua sekalipun pula tak menganjurkan untuk berprofesi menjadi sales. Teringat masa Management Trainee dahulu jarang sekali kawan-kawan kemudian menentukan pilihannya menjadi sales, sialnya kawan-kawan satu angkatan lebih banyak lulusannya dari jurusan atau fakultas teknik atau science. Nah tentunya hanya saya yang kemudian memilih menjadi sales.
Bahkan persepsi buruk mengenai menjadi salespun tak sebatas muncul dari persepsi diri atau keluarga saja tapi juga persepsi kedaerahan. Sebut saja ada beberapa pengalaman menarik ketika kami membikin iklan lowongan pekerjaan untuk seorang sales staff di daerah Batam atau Manado, dan hasilnya hanya itungan jari sebelah tangan aplikasi yang datang ke meja kantor kami. Bahkan di Manado gagal total! Namun ketika iklan tersebut kami ganti menjadi Mencari Marketing Staff, Wow ! hasilnya luar biasa dan banyak pelamar yang akhirnya kami terima dapat bekerja dengan baik dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Pekerjaan atau jabatan hanyalah sebuah posisi sementara kita saat ini, bahwa dalam sebuah organisasi bisnis manapun tidak ada yang bisa menjalankan perannya sendiri. Semua function mulai dari production, finance, HR, sales, logistics dll semua memiliki peran masing-masing dalam berkontribusi untuk memberikan penghidupan dalam organisasi dan perusahaan. Kitalah pemegang jabatan, pengemban pekerjaan dan pelaksana tugas yang seharusnya membuat apa yang kita sandang dan jabat sementara ini dapat memberikan jaminan bagi kebergunabaikan bagi kehidupan.
Bahwa persepsi si sales atau orang gudang dll lebih rendah atau tak terhormat pekerjaannya dibandingkan dengan yang lain, itu semua adalah sebuah persepsi! Bahwa senyatanya, nilai-nilai baik tidaklah melihat dari siapa dia terucap tapi melainkan dari proses upaya pembangunan yang baik dan berkesinambungan dari individu-individu yang berkeinganan baik dan positif. Dan nilai-nilai kebaikan adalah sangat universal.
Pernahkah kita ingat bahwa dulu waktu kita memasuki bangku kuliah (masing-masing keadaan universtitas mungkin stereotipnya berbeda), kemudian stereotip bahwa fakultas ekonomi akuntansi itu lebih bergengsi dari fakultas sastra daerah misalnya, atau mungkin fakultas hukum lebih tidak elit dibandingkan dengan teknik. Tapi kemudian ketika masuk ke dunia kerja professional, kita menemukan bahwa ada kawan di sales (consumer goods) yang berbackground dari fakultas teknik atau sebaliknya lulusan ekonomi manajemen menjadi IT Manajer dan lain sebagainya.
+ Balon (Bakal Calon) Mertua “Kamu kuliahnya di jurusan apa Nak ?”
- Aku “Di Manjemen Fakultas Ekonomi Oom....”
+ Balon Mertua “Waduh maaf Nak ya, Helena itu bapak sudah siapkan untuk mendapatkan seorang insinyur...” dan aku hanya bisa tertunduk lesu.....
Nah begitulah dahulu kala aku tersandung keadaan oleh stigma bahwa yang teknik itu lebih hebat dari yang sosial dari seorang bakal calon mertua (balon = masih angan-angan). Semoga Helena (nama samaran) sekarang mejadi seorang yang sesuai dengan harapan orang tuanya.
Dan menurut hemat saya adalah apabila apa yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan dan disertai niat baik dan ketulusan, janganlah takut, karena kebaikan dan ketulusan akan menyertaimu dan akan memberimu kehidupan!
Salam ti Si Hadi Tea EUY!
- Kawan “Di Perusahaan XYZ Pak...”
+ Seorang Bapak “Perusahaan apaan itu Mas?”
- Kawan “perusahaan Asuransi Pak...”
+ Seorang Bapak “Sebagai apa disana ...”
- kawan “Di sales Pak....”
+ Seorang Bapak “Oh agen asuransi yah...”
Dan kemudian sang Bapak terlihat berusahaan menarik diri dalam perbincangan bersama kelompok kami (aku dan kawan-kawan) dalam suasana hangatnya makan malam di tempat nongkrong jajanan Taman Menteng beberapa waktu yang lalu. Melihat dari penampilan dan dandanannya sepertinya beliau paling tidak berada di kelas menegah agak atas.
Ssst.... Bisa jadi Sang Bapak takut di prospek oleh kawan saya ini atau mungkin dia memiliki pengalaman buruk dengan kawan-kawan sales atau agen sebuah perusahaan sebelumnya, atau mungkin pula memang beliau sama sekali tidak tertarik dengan dunia kami (dunia sales atau perdagangan).
No, Bukan ingin membahas siapa Bapak tersebut. Tapi... Ya, dalam kehidupan ini ada selalu bentuk pengelompokan atau tingkatan dan kelas-kelas. Tidak hanya dalam sebuah sistem pendidikan yang menerapkan jenjang kelas atau dalam sebuah organisasi baik formal maupun informal melalui sebuah tingkat jabatan dan lain-lain, bahkan dalam sebuah profesipun ada kelas-kelas dan kelompok-kelompok dari yang kelas dianggap profesi atau bidang pekerjaan prestisius seperti dokter, pengacara, Accounting, dll hingga profesi yang dianggap kelas dua atau kelas teri seperti transporter, orang gudang, Sales dan lainnya.
Mungkin kita pernah mendapat atau membaca informasi mengenai hasil survey berapa range gaji untuk posisi accounting supervisor dengan sales supervisor dan juga warehouse supervisor, dan ketiganya menunjukan angka range yang sangat berbeda bahkan walopun dalam grade level yang sama.
Biasanya setiap tahun survey semacam itu di publish oleh KelXX SerXXX sebagai sebuah perusahaan Human Capital terkemuka. Saya meyakini bahwa si Human Capital ini tidak menginginkan adanya pengelompokan persepsi atas dasar prestisius, elite atau teri dan kere. Namun sayangnya masyarakat seringkali memiliki persepsi pemikiran dengan caranya sendiri.
Sebut saja pekerjaan dibidang sales kadang menjadi pilihan terpaksa bagi sebagian besar para fresh graduate dari sekolah-sekolah tinggi negeri ini. Bahkan terkadang orang tua sekalipun pula tak menganjurkan untuk berprofesi menjadi sales. Teringat masa Management Trainee dahulu jarang sekali kawan-kawan kemudian menentukan pilihannya menjadi sales, sialnya kawan-kawan satu angkatan lebih banyak lulusannya dari jurusan atau fakultas teknik atau science. Nah tentunya hanya saya yang kemudian memilih menjadi sales.
Bahkan persepsi buruk mengenai menjadi salespun tak sebatas muncul dari persepsi diri atau keluarga saja tapi juga persepsi kedaerahan. Sebut saja ada beberapa pengalaman menarik ketika kami membikin iklan lowongan pekerjaan untuk seorang sales staff di daerah Batam atau Manado, dan hasilnya hanya itungan jari sebelah tangan aplikasi yang datang ke meja kantor kami. Bahkan di Manado gagal total! Namun ketika iklan tersebut kami ganti menjadi Mencari Marketing Staff, Wow ! hasilnya luar biasa dan banyak pelamar yang akhirnya kami terima dapat bekerja dengan baik dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Pekerjaan atau jabatan hanyalah sebuah posisi sementara kita saat ini, bahwa dalam sebuah organisasi bisnis manapun tidak ada yang bisa menjalankan perannya sendiri. Semua function mulai dari production, finance, HR, sales, logistics dll semua memiliki peran masing-masing dalam berkontribusi untuk memberikan penghidupan dalam organisasi dan perusahaan. Kitalah pemegang jabatan, pengemban pekerjaan dan pelaksana tugas yang seharusnya membuat apa yang kita sandang dan jabat sementara ini dapat memberikan jaminan bagi kebergunabaikan bagi kehidupan.
Bahwa persepsi si sales atau orang gudang dll lebih rendah atau tak terhormat pekerjaannya dibandingkan dengan yang lain, itu semua adalah sebuah persepsi! Bahwa senyatanya, nilai-nilai baik tidaklah melihat dari siapa dia terucap tapi melainkan dari proses upaya pembangunan yang baik dan berkesinambungan dari individu-individu yang berkeinganan baik dan positif. Dan nilai-nilai kebaikan adalah sangat universal.
Pernahkah kita ingat bahwa dulu waktu kita memasuki bangku kuliah (masing-masing keadaan universtitas mungkin stereotipnya berbeda), kemudian stereotip bahwa fakultas ekonomi akuntansi itu lebih bergengsi dari fakultas sastra daerah misalnya, atau mungkin fakultas hukum lebih tidak elit dibandingkan dengan teknik. Tapi kemudian ketika masuk ke dunia kerja professional, kita menemukan bahwa ada kawan di sales (consumer goods) yang berbackground dari fakultas teknik atau sebaliknya lulusan ekonomi manajemen menjadi IT Manajer dan lain sebagainya.
+ Balon (Bakal Calon) Mertua “Kamu kuliahnya di jurusan apa Nak ?”
- Aku “Di Manjemen Fakultas Ekonomi Oom....”
+ Balon Mertua “Waduh maaf Nak ya, Helena itu bapak sudah siapkan untuk mendapatkan seorang insinyur...” dan aku hanya bisa tertunduk lesu.....
Nah begitulah dahulu kala aku tersandung keadaan oleh stigma bahwa yang teknik itu lebih hebat dari yang sosial dari seorang bakal calon mertua (balon = masih angan-angan). Semoga Helena (nama samaran) sekarang mejadi seorang yang sesuai dengan harapan orang tuanya.
Dan menurut hemat saya adalah apabila apa yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan dan disertai niat baik dan ketulusan, janganlah takut, karena kebaikan dan ketulusan akan menyertaimu dan akan memberimu kehidupan!
Salam ti Si Hadi Tea EUY!
Tuesday, July 21, 2009
Vacancies for Several Position in HR
Hi All
We are looking for professional candidates for several positions in HR field at FMCG Multinational Company :
1. Factory HR Manager
Location : Cikampek
Having the highest qualification within HR, GA, Industrial Relation and Labor Management
2. GA Supervisor at Factory
Location : Jakarta Greater
Having professional qualifiqation within General Afair Managament especially at Factory environment.
Please send your Professional CV to hadikuntjoro@yahoo.com
With referal would be much prefered.
Kind Rgds
Hadi
We are looking for professional candidates for several positions in HR field at FMCG Multinational Company :
1. Factory HR Manager
Location : Cikampek
Having the highest qualification within HR, GA, Industrial Relation and Labor Management
2. GA Supervisor at Factory
Location : Jakarta Greater
Having professional qualifiqation within General Afair Managament especially at Factory environment.
Please send your Professional CV to hadikuntjoro@yahoo.com
With referal would be much prefered.
Kind Rgds
Hadi
Friday, July 17, 2009
Berbagi Tips setelah BUUMMM! Terdengar kembali
Setelah BUUMMM! Itu terdengar lagi, halaman facebook (digroup network saya) dipenuhi oleh 3 hal besar :
1. Ucapan kesedihan dan belasungkawa besrta iringan doa untuk korban dan bangsa ini
2. Sumpah serapah penanda ketidaksetujuan atas perbuatan yang tidak masuk akal dan manusiawi (yang kadang dibumbui oleh gurauan-gurauan parodi atas kejadian yang terkait pada musibah tersebut.
3. Update situasi dan saling bertanya kabar diantara handai tolan, sahabat, dan keluarga.
Namun apadaya hampir semua kita hanyalah bisa bertanya-tanya kenapa sih bisa ? sembari menggeleng-gelengkan kepala, mencoba ketidak mengertian atas alasan kejadian tersebut.
Background inisial analisis yang saya coba kumpulkan dan dapatkan (dari website dan Security consultant) adalah :
Kejadian bom tadi pagi adalah proses penyerangan yang sudah direncanakan dengan matang dan oleh sesorang yang terlatih.
Diindikasikan pengeboman bersifat bom bunuh diri (individu yang menginap dan atau dari pengendara motor)
Tambahan informasi yang terkumpul (website dan laporan security consultant) adalah :
Ditemukan satu bom yang belum meledak di JW Marriot
Kejadian Ledakan di Muara Angke bukan karena ledakan bom
Ijinkan saya berbagi Tips dalam menyikapi situasi sekarang adalah :
Tidak perlu menjadi takut namun kita diwajibkan lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih mawas diri, karena kita tidak tahu kapan dan dimana kejadian sejenis akan terjadi kemudian (Doanya jangan sampai terjadi lagi)
Melakukan prioritas perjalanan dan kunjungan terutama apabila kemudian dengan terpaksa harus melakukan perjalanan atau pertemuan di lingkungan sejenis tempat kedua ledakan tadi pagi (banyak berkumpul orang asing, kumpulan banyak orang dan tempat dengan simbol-simbol internasional dll)
Bila di kantor ada kontak Emergency Response Team jangan lupa untuk selalu meng-update di handphone Anda atau bila perlu menyiapkan identitas dan kontak ERT tersebut di dompet atau tas Anda.
Menentukan Warden (koordinator) pusat komunikasi apabila menghadapi situasi seperti ini, misalnya di kantor yang telah memiliki warden/koordinator atau di rumah seprti Kepala Rumah tangga, atau ketika bagi yang kost adalah pemilik kos.
Melakukan pengecekan dan ferivikasi ulang terhadap daftar kontak (nomor HP, telp kantor atau rumah) seluruh anggota keluarga dan juga team kerja di kantor atau Kos-kosan (bagi yang masih kos).
Menyiapkan diri dengan ikhlas untuk mengikuti prosedur pemeriksaan ditempat-tempat yang mensyaratkan hal tersebut yang sedang anda kunjungi (jangan ngedumel yah...)
Mengikhlaskan diri untuk dapat berbagi dan saling bisa meng update siatuasi dan kondisi kepada kerabat dan keluarga.
Tentukan tempat pertemuan (point area agreement) apabila dalam kondisi darurat dan tidak bisa saling menghubungi.
Yang terakhir adalah Berdoa dan selalu tetap untuk waspada dan mawas diri. Tak lupa untuk tetap menjadi pribadi-pribadi yang santun dan baik.
Selamat berakhir pekan yang cukup panjang semoga kita diberkahi oleh Sang Maha Kuasa.
Salam hormat untuk Anda dan keluarga Anda semua.
Salam
Ti Si H@di Tea EUY!
1. Ucapan kesedihan dan belasungkawa besrta iringan doa untuk korban dan bangsa ini
2. Sumpah serapah penanda ketidaksetujuan atas perbuatan yang tidak masuk akal dan manusiawi (yang kadang dibumbui oleh gurauan-gurauan parodi atas kejadian yang terkait pada musibah tersebut.
3. Update situasi dan saling bertanya kabar diantara handai tolan, sahabat, dan keluarga.
Namun apadaya hampir semua kita hanyalah bisa bertanya-tanya kenapa sih bisa ? sembari menggeleng-gelengkan kepala, mencoba ketidak mengertian atas alasan kejadian tersebut.
Background inisial analisis yang saya coba kumpulkan dan dapatkan (dari website dan Security consultant) adalah :
Kejadian bom tadi pagi adalah proses penyerangan yang sudah direncanakan dengan matang dan oleh sesorang yang terlatih.
Diindikasikan pengeboman bersifat bom bunuh diri (individu yang menginap dan atau dari pengendara motor)
Tambahan informasi yang terkumpul (website dan laporan security consultant) adalah :
Ditemukan satu bom yang belum meledak di JW Marriot
Kejadian Ledakan di Muara Angke bukan karena ledakan bom
Ijinkan saya berbagi Tips dalam menyikapi situasi sekarang adalah :
Tidak perlu menjadi takut namun kita diwajibkan lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih mawas diri, karena kita tidak tahu kapan dan dimana kejadian sejenis akan terjadi kemudian (Doanya jangan sampai terjadi lagi)
Melakukan prioritas perjalanan dan kunjungan terutama apabila kemudian dengan terpaksa harus melakukan perjalanan atau pertemuan di lingkungan sejenis tempat kedua ledakan tadi pagi (banyak berkumpul orang asing, kumpulan banyak orang dan tempat dengan simbol-simbol internasional dll)
Bila di kantor ada kontak Emergency Response Team jangan lupa untuk selalu meng-update di handphone Anda atau bila perlu menyiapkan identitas dan kontak ERT tersebut di dompet atau tas Anda.
Menentukan Warden (koordinator) pusat komunikasi apabila menghadapi situasi seperti ini, misalnya di kantor yang telah memiliki warden/koordinator atau di rumah seprti Kepala Rumah tangga, atau ketika bagi yang kost adalah pemilik kos.
Melakukan pengecekan dan ferivikasi ulang terhadap daftar kontak (nomor HP, telp kantor atau rumah) seluruh anggota keluarga dan juga team kerja di kantor atau Kos-kosan (bagi yang masih kos).
Menyiapkan diri dengan ikhlas untuk mengikuti prosedur pemeriksaan ditempat-tempat yang mensyaratkan hal tersebut yang sedang anda kunjungi (jangan ngedumel yah...)
Mengikhlaskan diri untuk dapat berbagi dan saling bisa meng update siatuasi dan kondisi kepada kerabat dan keluarga.
Tentukan tempat pertemuan (point area agreement) apabila dalam kondisi darurat dan tidak bisa saling menghubungi.
Yang terakhir adalah Berdoa dan selalu tetap untuk waspada dan mawas diri. Tak lupa untuk tetap menjadi pribadi-pribadi yang santun dan baik.
Selamat berakhir pekan yang cukup panjang semoga kita diberkahi oleh Sang Maha Kuasa.
Salam hormat untuk Anda dan keluarga Anda semua.
Salam
Ti Si H@di Tea EUY!
BUMMM!!! Terdengar Lagi
Hari ini Jumat 17 July 2009, sekitar pukul 8 pagi ini penyiar radio mewartakan adanya ledakan dahsyat di seputar Mega Kuningan. Yang selanjutnya diketahui ledakan tersebut terjadi di Hotel JW Marriot selang 10 menit terjadi ledakan kedua di Hotel Ritz Carlton. Pada saat pertama mendengar informasi itu aku masih berada di dalam mobil dan sibuk dengan warta-warta perekonomian yang cukup memberikan harapan baik untuk bangsa ini dalam waktu kedepan. Tepat saat itu kendaraan kami hendak menyebrang perempatan Tendean dari arah Mampang menuju Kuningan tempat beradanya kantorku. Dan kantorku hanya berjarak radius ratusan meter dari kedua hotel tersebut.
“Larno, Tolong tetap masuk ke Kuningan tapi hati-hati jaga jarak dengan kendaraan depan, jangan terlalu mepet biar jaga-jaga kalo ada darurat“ Demikian aku meminta driverku. Sementara Isteriku di sebelah terlihat sedikit agak terdiam.
8.15 kami menyebrangi dan masuk jalan utama Kuningan dan tepat pukul 8.30 menyebrangi jalan masuk Mega Kuningan yang sudah ditutup oleh penjagaan polisi dan hingga 8.55 kendaraan kami stuck di depan gedung Kadin. Aku memutuskan untuk turun dan berjalan kaki menuju kantorku yang tinggal sekitar 300 an meter saja. Memasuki kantor hampir seluruh colleagues yang sudah datang sedang berada di big meeting room melihat siaran langsung di televisi mengenai perkembangan situasi yang ada. Hingga sekarang pukul 9.53 kantor kami sudah kembali pada kondisi normal dan kembali ke wahana kotak masing-masing. Walopun masih terdengar raungan sirine dan sesekali bunyi helikopter berputar di atas gedung kantor kami.
Sementara menurut berita beberapa korban berjatuhan dan ada sekitar 4 orang korban meninggal.Hotel Ritz Carlton adalah bakal markas Team Sepak Bola raksasa dari Inggris Manchaster United, yang diperkirakan akan datang pada besok malam. Melihat kenyataan itu aku meyakini mereka bisa dipastikan akan mengurungkan niat untuk hadir di Jakarta. Dan selanjutnya apa kata Dunia ?
Bahkan barusaja kami semua bangasa ini dan dunia menyatakan :
1. Pilpres menurut 80% masyarakat menyatakan kesenangannya karena aman dan lancar.2. Kondisi Ekonomi Indonesia relatif tidak terlalu buruk terimbas krisis3. Karena Keamanan dan kondisi politik serta ekonomi yang baik bahkan sekelah MU siap berlaga di Senayan pada Hari Senin nanti. Saya ingatkan kembali memori kita ketika BUMMM!!! Ledakan tersebut pernah terjadi sebelumnya di depan Gerbang Gedung Kedutaan Australia, seperti tulisan di bawah ini yang saya tulis di http://ampangkuranji.blogspot.com
Salam dan Selamat weekend tetap selalu menjadi Pribadi yang baik serta santun dan Tetap Untuk Selalu waspada!
Salam Ti Si H@di Tea EUY!
“Larno, Tolong tetap masuk ke Kuningan tapi hati-hati jaga jarak dengan kendaraan depan, jangan terlalu mepet biar jaga-jaga kalo ada darurat“ Demikian aku meminta driverku. Sementara Isteriku di sebelah terlihat sedikit agak terdiam.
8.15 kami menyebrangi dan masuk jalan utama Kuningan dan tepat pukul 8.30 menyebrangi jalan masuk Mega Kuningan yang sudah ditutup oleh penjagaan polisi dan hingga 8.55 kendaraan kami stuck di depan gedung Kadin. Aku memutuskan untuk turun dan berjalan kaki menuju kantorku yang tinggal sekitar 300 an meter saja. Memasuki kantor hampir seluruh colleagues yang sudah datang sedang berada di big meeting room melihat siaran langsung di televisi mengenai perkembangan situasi yang ada. Hingga sekarang pukul 9.53 kantor kami sudah kembali pada kondisi normal dan kembali ke wahana kotak masing-masing. Walopun masih terdengar raungan sirine dan sesekali bunyi helikopter berputar di atas gedung kantor kami.
Sementara menurut berita beberapa korban berjatuhan dan ada sekitar 4 orang korban meninggal.Hotel Ritz Carlton adalah bakal markas Team Sepak Bola raksasa dari Inggris Manchaster United, yang diperkirakan akan datang pada besok malam. Melihat kenyataan itu aku meyakini mereka bisa dipastikan akan mengurungkan niat untuk hadir di Jakarta. Dan selanjutnya apa kata Dunia ?
Bahkan barusaja kami semua bangasa ini dan dunia menyatakan :
1. Pilpres menurut 80% masyarakat menyatakan kesenangannya karena aman dan lancar.2. Kondisi Ekonomi Indonesia relatif tidak terlalu buruk terimbas krisis3. Karena Keamanan dan kondisi politik serta ekonomi yang baik bahkan sekelah MU siap berlaga di Senayan pada Hari Senin nanti. Saya ingatkan kembali memori kita ketika BUMMM!!! Ledakan tersebut pernah terjadi sebelumnya di depan Gerbang Gedung Kedutaan Australia, seperti tulisan di bawah ini yang saya tulis di http://ampangkuranji.blogspot.com
Salam dan Selamat weekend tetap selalu menjadi Pribadi yang baik serta santun dan Tetap Untuk Selalu waspada!
Salam Ti Si H@di Tea EUY!
Subscribe to:
Posts (Atom)