HK is for Hadi Kuncoro

My photo
A Friend, Husband & Father! Time is always change and so does the world! House of Changes by HK is there to partner with you to share, brainstorm and dreams. We build a new pardigm for a better life and society. I do invite you to encourage ourself to lead the changes! Hadi Kuncoro

Monday, July 26, 2004

Aku Ingin Seperti Dulu


Posted by Hello
+ "Aku takut Sis..."
- "Takut kenapa ? kok sepertinya serius amat sih ?"
+ "Takut suamiku sudah tak sayang lagi, takut suamiku bosan melihatku bla bla...."
- " Ah...itukan cuman perasaan Sis aja, saya yakin suami Sis...orangnya setia dan baik ..."
+ "Aku ingin kembali seperti waktu masih muda dulu. Waktu dimana ketika masih asyik masyuk dimabuk asmara di masa pacaran"
 
Percakapan dua wanita paruh baya yang masih terlihat funky di loby bawah kantorku di depan car call center, manakala aku menunggu mobil yang akan mengantarku berkunjung ke tempat client kami siang tadi.
Percakapan tentang perubahan yang terjadi dari suami mereka
Percakapan tentang menurunnya perhatian dari suami mereka

dan aku teringat pada isteriku tercinta. Dalam usia pernikahan kami menjelang 2 tahun benarkah aku berubah di mata isteriku? aku tersenyum simpul, senyum seorang diri.  yah, betul... bawah alam sadar sekonyong-konyong membawaku bertanya pada diriku sendiri : "apakah hubungan kami tidak semenarik dan seindah dulu?"
Dulu...... waktu kita masih berpacaran, banayak hal creative yang menyenangkan yang kami lakukan bersama. Hingga sempat aku berseloroh bahwa cinta itu bagiku adalah ketololan.
Manakala perasaan cinta menyelimuti, bertemu denganmu berarti debaran jantungku semakin melaju kencang.
Manakala perasaan cinta itu menerpa, aku bisa menjadi seorang pendengar cerita bersambung yang baik tanpa kenal ngantuk.
Manakala cinta merasuki jiwa, janjian denganmu berarti rogohan kantong celanaku semakin mengobrak-abrik kocekku......
Satu menit adalah sangat berarti bagi kami, hingga dulu bahkan kami tidak pernah merasa lapar dan sering lupa makan saking senangnya
Dan aku tak perduli, sebab dibalik itu adalah ada makna cinta karenanya.

sedang kini, orang yang dulu kupacari dan memacariku, sering kulupakan hari ulangtahunnya. Bahkan aku sempat melupakan ulangtahun pernikahan pertama kami.
Hanya satu komitmen pernikahan itu terlihat begitu eksplisit dan nyata, yang mana cincin tersebut masih melingkar indah di jari manisku.
Mungkin semuanya telah berubah......

Duh...hampir dua tahun aku sudah bersamanya. sekarang setiap malam aku hanya menonton siaran pertandingan olah raga. Lepas menonton masuk kamar untuk membaca buku. Bercengkrama dengan gadis kecilku. Akhir pekan ku lalui dengan membaca koran. dan banyak penjelmaan kebahgian yang berubah drastis dibandingkan masa dulu. Tak ada bunga, tak ada rayuan, tak ada nonton film bersama, tak ada jalan-jalan pagi di senayan tak ada...dan tak ada.... lagi....

Aku tahu bahwa aku telah menjengkelkannya. Namun meski menjengkelkan dia masih tetap membereskan koran yang berserakan setelah kubaca, dia masih menyelimutiku tatkala malam semakin dingin dan nyamuk mulai bergentayangan, dia masih memijitku manakala aku lelah selepas pulang kerja dan masih lagi.... dan lagi.....

Itukah kiranya, mengapa kemudian isteriku bersemangat untuk mengikuti program suntik kurus di kelapa gading.
Itukah kiranya mengapa sekarang isteriku selalu tersenyum mesra manakala pagi menjelang
Itukah kiranya mengapa dia menjadi wanita yang sangat telaten memasakan makanan kesukaanku di akhir pekan....
Itukah ???

pun tadi pagi, pada saat kudrop dia di depan kantornya dia berbisik begitu mesra dan berkata : 'Yah, Bunda masih kelihatan cantik nggak ?'.
Dan aku masih tak perduli......

Sudahkah aku berubah, hingga jantung hatiku berusaha keras dan jungkir balik tuk menarik perhatianku ??
Sore ini, ketika bell di kantor telah berbunyi. Mengingatkan aku  pada semua itu dan  aku menjadi tidak sabar untuk segera sampai di rumah. Untuk menjemputnya dan memanjakannya seperti sediakala, sedianya masa berpacaran dahulu. Indah dan berbunga.......
sebab buatku dahulu dan sekarang harus tetap indah. Karena Kami Masih Punya Cinta

h@di yang mencintai isteri dan anaknya tea EUY!!!

Thursday, July 22, 2004

Aku dan Hari-hariku


"Ayo bangun... udah siang berangkat sekolah nanti kesiangan"
Tradisi tersebut berlangsung selama 12 tahun manakala aku masih berada dibangku sekolah dan masih tinggal di rumah orang tuaku.
Tradisi tersebut sedikit banyak telah berubah manakala aku merantau dalam rangka menuju jenjang pendidikan lebih tinggi, masa kuliah. Pola hidup mandiri dengan sedikit pengawasan dari orang tua (bokap ama nyokap cuman dua kali nengok pertama pada saat masuk dan kedua pada saat wisuda). Era berikutnya...
Tradisi bergeser manakala aku yang masih bujang merantau dalam rangka meniti karir professionalku di belantara metropolitan.
Hingga saatnya kini aku telah berkeluarga dan memiliki satu putri, rutinitas dan ritual keseharian memaksa aku telah menjadi seorang yang mirip sebuah mesin produksi bekerja tanpa mengenal waktu 6 hari dalam seminggu, whole time for stand by position.
Beginilah setiap hari ku :
5:15 bangun tidur dan sebentar bercengkrama dengan kekasih hatiku (isteri dan anakku)
5:30 Mandi pagi langsung mengenakan pakaian kantor sambil panaskan mobil. Sarapan ? ah... tak ada waktu paling banter minum teh hangat segelas berdua bikinan isteriku. Main-main dengan bunga kami tercinta hingga pintu gerbang to say dadah.....
6:00 berangkat kantor. bertukar cerita dan tak lupa ngobrol tentang kejadian dari masing-masing kita hingga diskusi merancang rencana ke depan (kenapa mesti di mobil ?)
7:15 drop isteri di depan kantornya (kebetulan searah perjalanan) tak lupa cup cup bye bye dan saling mendoakan agar semua lancar.
7:17 Tancap gas dan stel musik keras-keras, mengusir penat di tengah kemacetan ibu kota.
7:45 sampai di kantor, absen dan langsung nyalakan komputer. Check e-mail, bikin Mutiara today, dan telpon ke pool, depo, site office dan beberpa kantor lain.
8:00 Balas e-mail yang perlu dibalas, check semua report dari seluruh team di Indonesia. Dan berkoresponden dengan colleague baik customer maupun supplier ataupun agent.
8:30 morning meeting, membahas apa yang terjadi dan rencana apa yang akan dikerjakan dengan para juragan.
9:30 siap-siap jalan ke custemer di Pulo gadung rencana project national distribution barang bahaya untuk appointment schedule jam 10.
9:50 tiba di lokasi customer dan diskusi panjang mengenai explorasi requirement hingga scenario operation planning pelaksanaan. Action Plan disiapkan mulai dari Management System, Distribution Risk Review, Emergency Response Team bla bla.... terakhir menyiapkeun minutes of meeting.
11:30 langsung jalan ke depo di daerah tanjung priok, ada salah satu potential client yang ingin mengaudit pool dan depotnya kita.
12:00 Introduction meeeting dan langsung kunjungan lapangan.
14:00 audit selesai, langsung perjalanan dilanjutkan kembali ke kantor. Selama perjalanan proses pertelponan terus berlanjut memonitor regular operation activities dari semua supervisor.
15:30 tiba dikantor pesen makanan, hemm...laper juga ternyata. sambil tunggu makanan dateng check e-mail dan diskusi kecil-kecilan perkembangan hari ini ama Pak Boss.
15:45 Makan pagi, siang, sore.
16:00 diskusi dengan operation team permasalahan hari ini dan schedule plan untuk besok. Serta Merancang Scenario project yang akan dimulai dua dua hari yang akan datang. Mulai dari order handling system, regular report sysytem, complaint management system, Incident management system, Corrective action programe dan tak lupa Key performance Indicator program.
17:00 mem-follow up-i hasil meeting hari ini dengan client dan mendistribusikan minutes of meeting dan action plan programenya.
17:30 Check seluruh daily report di system dari seluruh team dan juga lintas dept.
18:00 telpon isteri, tanya pulang bareng apa mau duluan ?
19:00 sempetkan buka , sambil terus melanjutkan koresponden kerjaan yang belum selesai.
19:30 Susun rencana kerja hari besok, meeting jam berapa, dengan siapa, di mana dan delegation guide line untuk para supervisor di operation team karena besok pagi harus sudah jalan lagi ke luar kantor.
20:00 Menutup semua komputer bersamaan dengan padamnya listrik di kantor. Absen dan pulang.
20:30 jemput isteri di kantornya karena kebetulan dia juga sedang banyak kerjaan.
20:40 Mampir ke Ranch Market, program 2 hari sekali beli makanan untuk anak tercinta, biar makannya tetep fresh terutama untuk sayuran dan daging.
21:30 sampai dirumah. Ngobrol sebentar dengan pengasuhnya anakku tercinta ngapain aja, apa kegiatannya, gimana makannya, minumnya bla bla...
21:45 Mandi biar seger
22:00 siap-siap makan malem sambil nonton televisi dan melanjutkan obrolan di mobil yang terputus karena belanja bersama isteri sebentar dan isteri langsung tidur biasanya.
22:30 lanjutkan nonton tipi sambil ngemil makanan.
23:30 siap-siap masuk kamar liat-liat anak yang lagi tidur dan melanjutkan baca buku "into thin air" -nya Jon Krakauer sambil tiduran.
01:00 biasanya sudah mulai ngantuk dan tidur tak lupa sun kedua buah hatiku.
Selanjutnya terus berlanjut....seperti hari-hari yang sudah berlalu. Memang terasa lelah tapi ini adalah pilihan hidup yang harus dijalankan atas konsekuensi keburuhanku.

salam
h@di tea EUY!!!
 Posted by Hello

Aku dan Jantung Hatiku



kami, aku dan dia saling mencinta sebagai pasangan suami dan istri. kami, sama-sama terlibat cinta segitiga. sama-sama mencintai anak kami. dan berharap
saling dicinta. kami sama-sama berdoa, agar anak kami membalas cinta kami, sebagai ayah dan bundanya. semoga segitiga ini akan berlangsung pada esok dan keesokan harinya, setiap hari. Hingga kami mati hingga kami dipisahkan oleh Yang Kuasa.


h@di tea EUY!!
 Posted by Hello

Kebodohan memberikan seorang sahabat

"Aah...bodoh kali aku nih..."
Begitu gerutuku ketika menyadari kebodohan yang baru saja terjadi. Semakin kuteliti semakin terasa pedih merasuk kedalam hati betapa bodoh dan teledornya diri ini. Struk ATM pengisian pulsa automatic menunjukan nomer handphone dengan digit paling akhir yang salah. Angka itu bukan miliku tapi entah milik siapa. melayang sudah 100 ribu plus 10% tax ke tangan seseorang yang sangat beruntung yang entah mimpi apa dia tadi malam ?
Kegalauan ini bukan semata karena uangnya (tapi iya juga sih duitnya perlu hehehe) namun lebih karena betapa tidak telitinya dan bodohnya diriku ini.
Dengan  gontai ku parkirkan kembali mobil ke Mall yang barusan kutinggalkan mencari XL ritel shop (gue gak mau lagi lewat automatic ATM). Proses pengisian ulang kembali dilakukan, tapi sekarang ku biarkan si Mbak counter XL yang melakukan proses tersebut sampai pulsa handphoneku yakin bertambah sesuai dengan voucher yang ku beli. Dengan tetap lunglai, aku mencoba mulai berfikir untuk mengirim SMS ke "sang pemilik keberuntungan" dengan harapan bahwa "sang penerima keberuntungan" itu juga akan membawa keberuntungan buat diriku.
"Ah...nonsense...ini Jakarta Bung, Mana ada orang yang mau ngembaliin, malah yang ada gue diketawain" begitulah pikiran negative ku pada saat kupijit tombol send di handphone butut ku dan berusaha untuk mengikhlaskannya tanpa berharap akan kembali.
"Ah...don't care deh...siapa tahu who know ya toh ? gak ada ruginya kok untuk mencoba"
Pesan SMS dariku adalah
"Anda beruntung mendapat tambahan pulsa gratis dari saya..."
"Tulit...tulit...tulit" ku lihat HP-ku mengirimkan tanda bahwa SMS tadi delivered. Wah berarti ada nomer itu... detik-detik penantian dimulai, siapa tahu ada response dari "sang penerima rejeki" pulsa itu.
"Tulit...tulit...tulit" SMS masuk... perlahan kubuka dan kubaca hmm...nomor "sang penerima keberuntungan" terlihat dengan jelas, pesan singkat tertulis didalamnya "gara-gara isi automatic ya ? terus bagaimana"
berlanjutlah SMS kami membahas bagaimana caranya pengembalian pulsa nyasar itu, saya tahu dari gaya bahasanya dia adalah wanita yang sangat baik hati.
Cerita malam itu menghiasi rumah kami... dengan segala pro kontra... begitupun ketika di dalam pesawat menuju surabaya dengan beberapa kolega. Yang menggelikan adalah bahkan mereka sempat bertaruh satu dengan yang lain apakah si penerima rejeki ini akan betul-betul mengembalikan atau tidak.
sore hari dalam perjalanan menuju bandara juanda surabaya, iseng-iseng aku cek kembali pulsa HP-ku...ternyata masih belum bertambah dan para kolega dengan semangat 45 memaksa aku untuk menanyakan kelanjutan rencana "sang penerima rejeki" lebih lanjut.
SMS terkirim beberapa kali dengan penuh semangat dan besar harapan dari "sang penerima rejeki" dan tepat jam 16:17 sebuah pesan singkat ku terima dengan isi mengabarkan nomer voucher pulsa pengganti dari "sang penerima rejeki". 
Ternyata "sang penerima keberuntungan" telah pula memberikan keberuntungan buat ku yang tiada ternilai harganya "SAHABAT"Di alam yang semakin penuh dengan emosi dan high tention, kecurigaan, korupsi ternyata masih pula menyembulkan mutiara dan berlian permata dari seorang asisten dosen sebuah Universitas Bonafide di barat jakarta bernama Sylvia.
Terima kasih Sylvia, some day kebaikan dan ketulusan anda pasti akan mendapat berkah dan balas yang jauh lebih dari yang pernah anda perbuat.
  


memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

h@di senyum untuk sahabat baru tea EUY!!! 

Friday, July 16, 2004

Guru pahlawan tanpa tanda tanya

slamat pagi bapak ibu guru
slamat pagi.....
kau memberi bekal ilmu kepada kami.....
kau berjasa bapak ibu guru
pada negara.....
 
sepenggal lagu yang menyuratkan betapa mulia hidupmu guru, yang dari sejak dini telah ditanamkan oleh orang tua kita mengenai nilai-nilai tersebut.
betapa indah masa kecil kita bermain, bercanda, belajar, juga tak lupa berkelompok membandel terhadap aturan guru....(kalo saya mah...banyak bermain dan bercandanya juga membandelnya, belajarnya mah...sedikit ajah..hehehehe). Ah indahnya masa kanak-kanak kita dulu, pagi menimba ilmu di sekolah inpres dan sore pergi menuai ilmu agama di sekolah madrasah.
 
Kita semua bisa menghitung apakah gaji yang kita dapatkan sepadan dengan tanggung jawab kita saat ini, karena kita diajari matematika
kita tahu penggundulan hutan akan mengakibatkan banjir dimana-mana, karena kita diajari ilmu pengetahuan alam dan yang lainnya
semua itu tak lain dan tak bukan berkat bimbingan GURU !!!
 
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Guru juga adalah pahlawan tanpa tanda tanya
 
Dua kalimat tersebut di atas ketika mendapatkan sebuah penggabungan yang harmonis memunculkan sebuah harmonisasi yang sudah diakui oleh khalayak bahwa
 
"Tidak perlu dipertanyakan kembali sesungguhnya Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa".
 
karena coba anda bayangkan jikalau guru adalah pahlawan dengan tanda tanya, maka bentuknya adalah sbb :
 
"Guru adalah pahlawan ?" (kan dengan tanda tanya)
 
makna berikut yang muncul tentu akan berubah menjadi sebaliknya, bahwa... apa betul guru itu adalah pahlawan ...
 
bukan begitu bukan ????
 
h@di yang hormat terhadap guru tea EUY!!!
P.S. ini hanya candaan... keep smile !!!! serius amat !!!