HK is for Hadi Kuncoro

My photo
A Friend, Husband & Father! Time is always change and so does the world! House of Changes by HK is there to partner with you to share, brainstorm and dreams. We build a new pardigm for a better life and society. I do invite you to encourage ourself to lead the changes! Hadi Kuncoro

Friday, January 11, 2013

Buku itu Tak ada Expiry datenya!

Pagi ini, terbangun karena dering alarm di salah satu HP….. dengan tulisan Happy Anniversary!


“Yes, kali ini saya gak lupa lagi event special ini…. !” bathinku Sembari senyum-senyum. Dan ternyata Bundaku sedang berdandan dan bercermin untuk siap-siap berangkat kantor.

My Girls...

“Hey, happy wedding anniversary ya Bun… Love you!” sembari kucium keningnya dengan penuh kasih.

 “Iya, sama-sama dear…”

Bayangkan, perempuan satu ini memang sangat luar biasa! Pagi ini pun ada 2 hal yang membuatnya luar biasa, pertama dia selalu bangun lebih pagi (paling lambat jam 5 pagi mesti sudah bangun) dan selalu memberi semangat di pagi hari untuk seisi rumah. (Sst… kecuali kalo weekend dan hari libur!)

Kedua, Dia selalu tidak protes dan ingin memberikan kebahagiaan dan kegembiraan bagi orang lain terutama suami dan anak-anaknya. Bukti pagi ini adalah, tetap ikhlas dan senyum ketika menerima ciuman dan pelukan dari suaminya yang masih bau apek karena baru bangun dari tidurnya, sementara dia sudah mandi dan sedang berdandan.

Ya, begitulah cerminan perjalanan 10 tahun pernikahan kami. Tidak semuanya bahwa yang kami lalui selalu baik dan gembira tapi terkadang kami lalui dengan kesedihan dan kekecewaan juga.

Namun secara over all we have to say that some time Life isn't fair for us, but it's still good and we understand that Life is too short and we have to enjoy it…! because Remember... the wedding book we signed has no mentioned an expiry date...! 

Hampir 12 tahun lalu ketika kita pertama kali bertemu dengan berlatar belakang profesi pekerjaan, dia adalah seorang professional recruitment consultant yang hendak menawari pekerjaan baru di sebuah perusahaan Australia terkenal. Mungkin karena pada saat itu aku sedang enjoy ditempat saat itu aku bekerja, sehingga tawaran pekerjaannya bukanlah menjadi focus utamaku untuk bertemunya dan meresponse tawarannya itu, tapi si perempuan Head Hunter inilah yang menjadi target utamanya! (Padahal masih baru sekedar email dan telponan, belom ketemu…. Tapi rasa dan keyakinan itu memang sudah ada dari sejak awal berkomunikasi)

“Kalo kenal seorang Head hunter, Lumayanlah, investasi bisa buat cari kerja baru suatu saat nanti! Udah gitu lumayan cakep pula, dan dari namanya kayaknya tajir deh….. dan juga ada turunan Jepangnya…. lumayan bisa perbaikan keturunan” Begitu bathinku bersemangat. Kemudian mulailah saat itu trik dan strategy untuk bertemu dijalankan.

Bertemulah kami dalam sebuah proses interview. Sebagai penghargaan profesionalismenya aku mengikuti alur proses wawancara dengan prefesional (try to give the best class in the first impression!) . Dan beruntungnya aku memilih waktu interview sore menuju malam, sehingga aku adalah interviewee terakhir sebelum sama-sama kami pulang dari kantor. Dan, serampungnya interview itu aku kemudian mengajaknya dinner dan mengobrol secara lebih pribadi, atau dengan kata lain saya yang gentian mewawancari dia.

Namanya Yosie A Kuranji, seorang lulusan terbaik dari salah satu universitas negeri ternama di Indonesia. And you can read on her name… Betulkan, dari namanya dia terdengar seperti memiliki trah keturunan Jepang, sehingga pada saat pertemuan dan pertelponan selanjutnya aku memanggilnya dengan panggilan sayang Ibu Guru Yosinaga (ibu gurunya Sinchan).

Perjalanan waktu yang akhirnya membuktikan bahwa ternyata dia tidaklah betul sama sekali memiliki keturunan genetic dan trah keluarga dari Jepang, tapi dia adalah seorang perempuan keturunan asli Batak. Ya, betul Batak… !

Tapi ya sudahlah apa mau dikata, hati ini telah menguatkan untuk memilih dia menjadi seorang kekasih, isteri dan ibu dari anak-anakku.

Selama perjalanan mahligai ini Alhamdulillah kami dikaruniai relatively kemudahan dalam menjalaninnya, boleh dibilang tidak ada pertengkaran yang hebat selama ini, hanya beberapa kali percekcokan kecil yang kesemuanya diakibatkan keteledoranku mengingat pada event atau hal-hal yang begitu sangat penting dan prinsipil bagi seorang perempuan tapi terkadang itu biasa saja buat para pria.

Ya, Aku telah 2 kali melupakan hari ulang tahunnya dan 1 kali ulang tahun pernikahan kami. Kejadiannya hampir serupa, aku terlenakan oleh kesibukan pekerjaanku dan alarm di HP pun direset dan mati oleh anak2ku. So, pada hari H (bahkan ada yang sampe H+2) dengan paras lugu dan tampang tanpa dosa, kemudian aku biasanya bertanya ada apa gerangan, karena menyadari ada perubahan ekspresi dan perilaku pada isteriku :

“Bunda lagi PMS yah ? kok udah 2 hari diem aja gak kayak biasanya cerewet ?”
Dan dia selalu menjawab dengan statement yang sangat pendek “Pikirin aja sendiri!”

Nah, kalo udah begitu, saya langsung kalang kabut dan tanya pembantu, sopir, sekretaris di kantor dan siapapun orang terdekat kami, ada apakah gerangan ?.

 Kejadian salah satu ulang tahun yang terlupakan adalah diulangtahunnya yang ke 30, kemudian akhirnya sekretaris di kantor kasih tau saya,

“Pak, Bukannya ibu 2 hari lalu ulang tahun ? saya kan udah tanya Bapak, mau beli kado apa nggak? Eh Bapaknya malah cuek ajah!”.

Kemudian kejadian yang terlupakan pada saat wedding anniversary, kejadiaannya adalah :Sampe lepas maghrib saya masih di kantor dan Sopir saya tiba-tiba telpon

“Pak, maap … mau ingatkan, katanya Bapak ada dinner malem ini, apa jadi Pak ?” Dan kemudian aku kalang kabut terlintang pukang membubarkan meeting dan bergegas menuju kearah Alam Sutera (dari daerah Sudirman) menembus kemacetan! Dan hebatnya, Sesampai di Alam Sutera kemudian tersadar kalo saya lupa restoran tempat dinnernya dimana ? dan akhirnya dinner itu gagal total! Isteriku sudah pulang duluan.

Oh iya ada juga kejadian sekali waktu isteriku marah, karena aku lupa meninggalkannya di salah satu mall sementara aku tanpa dosa pulang kerumah.

“Bunda, kok belum pulang masih dimana Bun ?” dan dia langsung nyerocos

“What ? dari tadi di Plaza Indonesia nungguin, katanya mau dijemput, udah dua jam nungguin, eh dianya malah udah pulang ke rumah… prepet prepet prepet….. !”


Disisi lain ada saat akupun merasa jengkel dan marah padanya, teringat kejadian ketika dia melakukan operasi kecantikan. Hingga detik dia di ruang operasi dia tidak pernah kasih informasi kalo mau operasi apalagi minta ijin, kemudian setelah paginya di drop di kantornya dan 1 jam berikutnya dia telpon :

“Yah, bunda dah di ruang operasi di rumah sakit bla bla bla….” Dan aku terdiam kaget bukan kepalang, tapi karena sudah ada di ruang operasi dan saya hanya bisa berdoa dan mengutus sopir untuk standby di rumah sakit itu.

Bukan… bukan permasalahan mahalnya biaya operasi kecantikan yang saya persoalkan (eh sejujurnya masalah biaya itu, masalah juga sih… tapi untuk sekedar operasi kecantikan? Hemm itu berlebihan…), tapi lebih utamanya ini adalah tindakan operasi besar yang seharusnya ada ijin suami atau keluarga karena aspek keselamatan. sehingga apabila ada hal-hal komplikasi dan darurat pada saat tindakan operasi terjadi, maka pihak keluarga seharusnya tau dan dilibatkan.

Nah, begitulah bundaku. Dia yang selalu berusaha untuk bisa mandiri tanpa melupakan tugasnya dan tanggung jawabnya sebagai isteri dan ibu dari anak-anakku. Terkadang hal-hal besarpun dia lakukan sendiri walopun baru diakhirnya dia beritahukan tentang keputusannya itu.

Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan dan memberikan seorang perempuan, isteri dan ibu yang luar biasa. Dia yang sudah membuat perjalanan karirku dan kesuksesan hidupku hingga saat ini, dia yang telah memberiku 2 gadis cantik my bidadaries, dan dia yang telah menghidupkan kehidupanku dan dia yang telah menemani dan InsyaAlloh akan terus menemaniku hingga ajal menjemput nanti!

2 prinsip utamanya yang kokoh dipegang dan membuat perjalanan mahligai keluarga kami berjalan penuh dengan warna adalah :

Prinisp 1 :  

“Ayah, memang kepalanya rumah tangga. Tapi, Bunda adalah lehernya….jadi Kalo kepala mau tengok kiri tapi leher maunya ke kanan dan dipaksakan nanti bisa keseleo…. ya Yah!”

Prinsip ke 2 :

“Dibelakang Pria yang sukses itu aka nada seorang isteri yang hebat…… dan dibelakang isteri yang hebat itu ada baby sitter, pembantu, sopir, tukang kebun yang kuat dan kompak serta bisa dipercaya!”

Happy anniversary My lovely Bunda pandaku…. I love you! And thanks for everything.

10th years


Salam sayang,
Your love!

Monday, November 05, 2012

Ramalan Ki Joyoboyo

Berikut petikan ramalan Ki Joyoboyo : (Diambil dari beberapa sumber di internet) 1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. 2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi. 3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa. 4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air. 5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara. 6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. 7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut. 8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak. 9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal. 10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki. 11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati. 13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri. 14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan. 15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. 16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung. 17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci. 18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang. 19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan. 20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan. 21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara. 22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak. 23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu. 24. Nantang bapa--- Menantang ayah. 25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat. 26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga. 27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan. 28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul. 29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil 30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil 31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil 32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih. 33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu. 34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu. 35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja. 36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah. 37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka. 38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu. 39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria. 40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). 41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat. 42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan 43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji. 44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu. 45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan 46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri. 47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami. 48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak. 49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri. 50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar istri/suami. 51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda. 52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu. 53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen). 54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis. 55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang. 56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu. 57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri. 58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga. 59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka. 60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat. 61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim. 62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua. 63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi. 64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya. 65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang. 66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang. 67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi. 68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja. 69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana. 70. Akeh laknat--- Banyak kutukan 71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat. 72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak. 73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara. 74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. 75. Guru disatru---Guru dimusuhi. 76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. 77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi. 78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban. 79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. 80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang. 81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara. 82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara. 83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia. 84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau. 85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. 86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat. 87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna. 88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat. 89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu. 90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara. 91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa. 92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara. 93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam. 94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. 95. Akeh barang haram---Banyak barang haram. 96. Akeh anak haram---Banyak anak haram. 97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki. 98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. 99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. 100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang. 101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. 102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. 103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. 104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. 105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu. 106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. 107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. 108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. 109. Sing wedi mati---Yang takut mati. 110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. 111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih 112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur 113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. 114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. 115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. 116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. 117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. 118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya. 119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. 120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi. 121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. 122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. 123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. 124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. 125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. 126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. 127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. 128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. 129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. 130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. 131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. 132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. 133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. 134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. 135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. 136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. 137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. 138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. 139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. 140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. 141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. 142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. 143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana 144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. 145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram. 146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar. 147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. 148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. 149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. 150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. 151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. 152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. 153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. 154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. 155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. 156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. 157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. 158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit 159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang 161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. 162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah. 163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. 164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. 165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. 166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela. 167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut. 168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. 169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. 170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. 171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. 172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. 174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. 175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. 176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. 177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. 178. Agama ditantang---Agama ditantang. 179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. 180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. 181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. 182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. 183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. 184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi. 185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. 186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. 187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. 188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. 189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. 190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. 191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. 192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. 193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. 194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga 195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. 196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. 197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. 198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. 199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. 200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. 201. Buruh mangluh---Buruh menangis. 202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. 203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. 204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. 205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. 206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. 207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. 208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. 209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. 210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang. 211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil. 212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. 213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat. 214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. 215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. 216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

House of Changes by HK: Pekerja yg Pebisnis atau Pebisnis yg Pekerja....!

House of Changes by HK: Pekerja yg Pebisnis atau Pebisnis yg Pekerja....!: Dalam beberapa minggu terakhir status-status di FB lebih banyak bertema dalam area Bisnis atau wirausaha yang sedikit mencoba memprovokas...

House of Changes by HK: Pekerja yg Pebisnis atau Pebisnis yg Pekerja....!

House of Changes by HK: Pekerja yg Pebisnis atau Pebisnis yg Pekerja....!: Dalam beberapa minggu terakhir status-status di FB lebih banyak bertema dalam area Bisnis atau wirausaha yang sedikit mencoba memprovokas...

Sunday, April 15, 2012

Pekerja yg Pebisnis atau Pebisnis yg Pekerja....!

Dalam beberapa minggu terakhir status-status di FB lebih banyak bertema dalam area Bisnis atau wirausaha yang sedikit mencoba memprovokasi sahabat pekerja yang dalam keadaan galau dan gundah menatap masa depannya. Going GREEN with us....................
Dan indahnyanya kebersamaan dengan para sahabat House of Changes by HK ini begitu sangat berarti buat saya, banyak doa, support dan sharing/berbagi ilmu dan pengalaman seperti contoh cukilan FB di bawah....
Dan semoga akan tetap selalu bisa berbagi dalam kebaikan.
Berikut contoh-contoh sharing di FB :
Peluang bisnis itu buanyaak banget, cukup diliat2, diamat2i... Nanti pun dia akan tampak. Misal; peluang bisnis kuliner itu gak akan ada matinya selama manusia masih punya mulut dan pantatnya bolong... Yg susah sbg pekerja krn cuman liat laptop ama sibuk muasin boss, maka gak sempet liat2 & amati2 lah yg bikin peluang gak keliatan! Ayo... Silaturahmi dgn orang baru.... (House of Changes by HK)
‎90% pengusaha pemula gagal di tahun pertama, & kmdn 90% dr yg 10% tadi akan menyerah di tahun ke 2 - 3, begitu menurut statistik! Apakah kita bisa membuktikan 1 dr 100 pengusaha muda yg berhasil? InsyaAlloh dgn DUIT (doa, usaha-ikhtiar, tawkal)! Gaya kepemimpinan selalu ada 2 sisi ; inner (karakter: pembawaan) & sisi lain bukti nyata yg dilakukan(lead by good example)!



    • Benny Andrian Semoga masuk yg 10 % ya...

    • Hadi Kuncoro Amin bro.... Mau nyusul sampean nih...

    • Darnyo Imas New Saya sangat setuju dengan statistik itu.. Ketika para pengusaha melihat para karyawannya membuka usaha yang akan menjadi saingannya.. Saya yakin pengusaha akan membiarkan mereka membuka usahanya.. Karena waktu akan membuktikan benar-benar akan jadi pengusaha atau bahkan gagal

    • Alexander Marpaung Saya sudah hancur2an selama 2thn, kita liat apakah saya masih kuat atau cari aman kerja di kantor hehehe :p

    • Sri Suhono Insya alloh tahun ini masuk tahun ke 4. Semoga termasuk ke golongan yang 10%

    • Eko Sri Wibowo kalau thn ke-5 survive dong om

    • Darnyo Imas New Tuhan memberikan sinar matahari atau siang dan malam itu sama kepada umatnya tanpa terkecuali, begitu juga rezeki.. Tergantung umat itu sendiri apakah mau mengejarnya atau patah sebelum mendapatkannya... Jika kita ingin mendapatkan sinar matahari sesegera. Keluar dari rumah dan raihlah sinarnya dan sekuat apakah kita dapat menerima sinarnya? Tergantung kita masing-masing.. Seorang pengusaha tdk akan menyerah jika blm meraih kesuksesan !!

    • Eko Sri Wibowo aku sih melihatnya kayak air hujan jatuh dari atap. kalau wadahnya besar, maka kita dapat. kalau wadah segede mulut botol, susah. maka tugas kita cuma 1: membesarkan wadah buat menampung

    • Nugroho Grg Tp juga jangan lupa bung, ada faktor X yg menentukan, kekuatan Tuhan (keberuntungan).

    • Marshall Saluding tetep semangat !!!

    • Darnyo Imas New Usaha Jalan ke Tahun 12, Tahun 1 s/d 3 itu yang saya target sebagai tahun Learning by Doing, setelah itu Profit taking heheh

    • Eko Sri Wibowo saran gw Gan: jembatan di belakang loe musti dibakar. There's no turning back. Kayak panglima perang di Gibraltar, siapa ya namanya? There's no turning back. Cuma ada satu jalan ke depan: Menang atau Mati!

    • Hadi Kuncoro ‎@all; wow... Sahabat2 senior pebisnis .... Terimakasih comment dan sharingnya.... Just DUIT
 Selamat menutup akhir pekan dengan baik sahabat!
Salam Ti Si H@di Tea EUY!

Saturday, January 28, 2012

going Green with us...!







PT. Mitra Sanitari Indonesia memiliki 3 divisi yaitu Power Hygiene, Power Pest & Termite dan Divisi Power Chemicals.
POWER HYGIENE melayani kebutuhan perusahaan dan perumahan untuk sistem dan alat kebersihan dan pewangi ruangan, baik perancangan, pemasangan dan perawatan manajemen kebersihan sesuai dengan keperluan bisnis dan solusi Anda.
POWER PEST & TERMITE melayani kebutuhan industri dalam pengelolaan pengendalian hama secara menyeluruh dengan produk kualitas dan sistem aplikasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah dan Standard internasional.
POWER CHEMICALS melayani kebutuhan industri dan perusahaan untuk keperluan terhadap produk-produk kimia yang berorientasi pada Kebersihan dan pengendalian hama, seperti : Pestisida, Pembersih kimia lingkungan, Waste Water Treatment dan produk-produk kimia yang terkait dengan kebersihan lain.


Sebagai pemilik merek dagang POWER CHEMS INDONESIA®, kami melayani penjualan dan pelayanan di pasar Indonesia, kini beberapa merek produk dagang kami adalah Power FRESH®, Power PEST® & Power CHEMS®.


Going Green with us...!




salam

HK

Monday, January 16, 2012

Vacancy : Purchasing Staff (Engineering)

Vacancy : Purchasing Staff (Engineering) at PT. Kuhlindo Persada

Purchasing Staff
Qualifications :
Male/female Education : Min. D3 electro/Mechanical (Fresh Graduate are welcome)
IPK/GPA : Min 2.75 (1 - 4 Scale)
Age : max 25 years Familier with Microsoft Office Program and internet Good communication Skill Language : English passive for Correspondennce tasks

Please send your CV to:

RecruitmentMSindonesia@gmail.com

Office at South Jakarta Area!
Rgds HK

Sunday, December 04, 2011

ENDONESIA.....! Eh... Maap......








Dan akhirnya aku memutuskan untuk menonton pertandingan sepak bola final antara Tim Garuda Muda VS malaysia di ajang Seagames, langsung di Stadion Gelora Bung Karno. Agak nekad sebetulnya ketika aku memutuskan untuk mengiyakan ke Neng Rosi yang punya gawe dalam urusan tiket meniket, karena sebetulnya saya punya masalah emosional dan degdegan akut kalo pas nonton siaran langsung di TV untuk pertandingan2 olah raga yang berbau Nasionalisme dan Fanatisme.


Sebetulnya, nonton langsung di GBK atau di stadion-stadion lain adalah bukan hal pertama kali buatku. Sewaktu kecil dulu aku sudah diperkenalkan orang tuaku sebagai pendukung Persib The Viking Bobotoh (Persib Nu Aing Euy!) dan itu berlangsung hingga Kuliah. Dan alhamdulillah pas berbarengan tugas kerja, juga pernah mampir di beberapa stadion tim besar. Hingga saat ini yg paling berkesan adalah stadionnya Camp Nou dengan kapasitas 99 ribu-an yang dipunyai oleh FC Barcelona... wuih itu stadion asik banget, dan untuk liat-liat dimusiumnya kita harus rogoh kocek 11 EUR tapi sangat worthed lah! Dan terakhir sempet mampir di salah satu stadion yang bakal dipake dalam pagelaran Piala EURO 2012 di Polandia yang masih tahap pembangunan, Wow... Mantap!


Oops, kembali ke nonton pertandingan Garuda Muda di Seagames. Ya, dari sejak pagi seragam kantorku yang biasanya pake pakaian resmi dengan berjas dan khusus hari itu saya pake Jaket Merah Tim nasional Indonesia. Dan, tepat jam 3 Sore aku dan Mbak Rosita langsung berangkat naik ojek dari kantor ke FX Mall di seputaran senayan dan sauasan sudah bener-bener dibanjiri merah putih di sepanjang jalan dan Mall FX! Ya, Kami janjian dengan dua orang lainnya di Lobby Mall FX dan langsung jalan kaki menuju pintu masuk sektor XII.

Semua berjalan dengan lancar-lancar saja mulai dari sejak diperiksa di pintu bawah, di pintu atas untuk masuk ke sektor kelas I dan VIP sampai kita memilihtempati tempat duduk yang sesuai keinginan kita. Image atau gambaran tentang pemberitaan di TV tidak selamanya semenyeramkan dan menakutkan ketika kita berada di dalam dan berbaur bersama. Dan malah terasa sangat mengasikan : bertemu, teriak, berjingkrak, bernyanyi dengan sesama supporter gila yang sangat nasionalis.


Pada saat kami masuk stadion, pertandingan perebutan Medali perunggu sedang berlangsung. Suasana penonton masih cukup kosong jadi kami boleh bebas memilih tempat duduk. Kami memutuskan untuk duduk tepat dibawah ruang kaca wartawan yang biasa menyiarkan langsung pertandingan. Posisi ini cukup pas karena bisa menonton dalam jarak tidak terlalu jauh dan juga berada hampir di tengah2 sisi lapangan dan yang penting dari sisi keamanan dan keselamatan : di belakang tidak akan ada penonton lain (karena ruangan Kaca Wartawan) dan dari atas tidak akan kena lemparan dari para penonton iseng yang berada di tribun atas.


Ya, lebih asik lagi disebelahku persis adalah sekeluarga penonton mulai dari ibu, bapak, anak, ponakan, saudara. Wow, meriah sekali bahkan saking asyiknya event ini bagaikan acara piknik keluarga. Mereka bawa persiapan lengkap mulai dari peralatan dokumentasi, atribut Tim nasional hingga makanan ringan dan minuman dan bahkan nasi bungkus. Ya, persiapan ransum itu penting karena kita akan menikmati tontonan itu lebih dari 5 jam dari jam 4 sore hingga lebih dari jam 10 malam. Ya! Kami perlu Ransum buat Dinner! Dan, yang gila itu keluarga ternyata datang dari Purwokerto Jawa Tengah!


Mulailah prosesi yang sangat menggetarkan jiwa nasionalisme kita, ketika kita bersama berdiri dengan tegak sembari menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Walopun suara yang tidak serempak dari penonton yang berjumlah lebih dari 100.000 orang, tapi gaung suara lagu itu sangat membuat merinding bulu kuduk apalagi dengan efek gema stadion yang begitu dahsyat.

Keriangan dan keunikan para penonton begitu sangat luarbiasa, mulai bersama menyanyikan lagu-lagu penyemangat seperti lagu Garuda di dadaku, Bendera dll hingga gerakan People Wave (Mexican Wave : dikenalkan waktu piala dunia di Mexico) atau gerakan gelombang berjalan dari seluruh penonton yang berada di stadion. Wow, luar biasa apalagi tak henti teriakan INDONESIA dan lengkingan suara terompet sahut menyahut tanpa henti.


Karena perilaku para penonton yang begitu sangat menakjubkan, terkadang konsentrasi kita pada pertandingani sering teralihkan malah akhirnya menonton Penonton buakan pertandingannya. Dan, sialnya di GBK peralatan canggih multi media itu sangat minim, jadi sangat tidak mungkin mendapatkan tayangan ulang ketika Gool terjadi atau adanya pelanggaran. So, Paling kalo kita missed out the event dan kita harus tanya penonton sebelah. Ya, multi media atau layar monitor di GBK itu hany bisa menampilkan gambar apabila pada saat pertandingan belum berlangsung atau istirahat dengan menampilkan tayangan-tayangan perilaku Candid para penonton, Dan kami sangat terhibur karenanya bisa melihat ekspresi yang lucu, polos, unik dan lugu dari para penonton. (beda banget dgn canggihnya stadionnya Real Madrid bahkan semua area stadion pake wifi yg super duper high speed!)


Dan, ketika Gol tercipta bagi Garuda Muda, YUPS.. kami bernyanyi, berteriak dan berangkulan... (padahal SALING gak kenal juga LOH!) namun ketika Kita kebobolan, Kami semua terdudukmenung lesu. Namun Gelora untuk menyemangati tim kesayangan tidak boleh berhenti, dan kami semua kompak berseru dan berteriak : “ENDONESIA..... (DUNG DUNG DURUNG DUNG).... ENDONESIA.... (DUNG DUNG DUNG).... ENDONESIA......”


+ “Maap Mas, kok teriaknya Endonesia... itu negara Mana yang sampeyan dukung Mas....?” begitu tanyaku ke Mas-mas penonton sebelahku sambil teriak sekencang mungkin.
- “Loh Piye toh Mase... aku yo dukung Endonesia Toh...!”
+ “Mas, bukan ENDONESIA tapi INDONESIA.... EUUYYY....”
Dan kami berteriak dan berjingkrak lagi dengan riang gembira.... tak perduli bahwa bisa jadi Tim olah raga Indonesia banyak mengalami kekalahan ketika sedang bertanding walaupun dukungan penonton yang begitu sangat banyak karena sebetulnya mereka justru sedang bukan mendukung TIM INDONESIA!


Tulisan Oleh-oleh dari Seagames CABOR Sepak Bola
Salam Ti Si H@di Tea Euy!

Friday, November 18, 2011

ASRAMA, ASMARA, SAMARA......






Suatu malam menjelang tengah malam, kemudian aku ditelponi kawan kecilku yang ingin menyampaikan curahan hatinya dalam permsalahan hidup rumah tangga bersama suaminya. Sebetulnya cukup lama kami tidak pernah berhubungan selepas dari masa kelulusan sekolah dulu, namun waktu sekolah dulu kami adalah satu gank yang kalo kata anak saya sekarang adalah BFF (Best Friend Forever). Dan. Teakhir bertemu adalah pada saat menghadiri pernikahannya dengan suaminya itu.


Pernikahan yang begitu sangat megah dan membanggakan itu menjadi sangat luar biasa dibandingkan dengan prosesi pernikahan aku bersama bundaku tercinta. Banyak undangan mulai dari kalangan tokoh masyarakat, pejabat yang menjadi rekanan orang tua kedua mempelai hingga rekan-rekan sejawat dari sang pengantin. Semua dari kami melihat momentum tersebuit bagaikan cerita puteri dan pangeran dari kerajaan impian. Hampir semua berdecak kagum dan merasa ngiri atas apa yang terlihat.


Sejenak setelah menerima curhatan BFF-ku ini, tertegunlah aku mensyukuri atas apa yang aku miliki bersama bundaku. Ya, kami merangkai perjalanan proses pernikahan ini hanyalah dengan cara sederhana yaitu dengan cara menjalin kecintaan dan kerjasama, mendahulukan kepentingan bersama, ketentraman hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad/fisik yang disyari’atkan.


Kami, bahkan tak mengerti apa yang sering disebut banyak orang ketika memberikan ucapan selamat dalam menghadiri undangan pernikahaan “Selamat ya, semoga pernikahannya menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah!”


Dan bagi kami Pernikahan adalah benteng yang dapat menekan kejalangan nafsu seksual dan menghalangi kami dari keterjerumusan ke dalam lubang-lubang maksiat.


Kembali pada SAMARA (Sakinah Mawaddah Rahmah), yang Kami fahami hanyalah sebatas arti dari Sakinah yang berarti kedamaian, ketentraman, ketenangan, kebahagiaan.Kata mawaddah berarti kasih sayang, dan Rahmah, kelembutan hati dan perasaan empati yang mendorong seseorang melakukan kebaikan kepada pihak lain yang patut dikasihi dan disayangi. (disarikan dari beberapa sumber yang pernah aku pelajari)


Yang menjadi seringnya permasalahn muncul dalam hubungan suami ister atau kekasih adalah keinginan menyamakan dari dua yang berbeda. Ya, Tuhan menciptakan segalanya dalam bentuk berpasang-pasangan (bisa diartikan menjadi berbeda-beda). Akan sangat berat ketika sebuah pasangan yang jelas-jelas berbeda ingin menyamakan segalanya pada satu sisi keinginan dari pasangannya yang lebih dominan. Pastilah tak akan berhasil.


Ingat, berpasangan artinya berbeda seperti layaknya pria dan wanita adalah mahluk yang berbeda dari segala aspek : fisik, psikologis, alamiah dan lainnya. Bahkan suatu saat lalu bersama kawan-kawan sekantor, aku pernah membincangkan apa aja sih yang membedakan pria dari wanita dan beginilah serunya perbincangan itu :


Si Mar bilang “Laki itu “Bangun”nya kalo pas pagi, tapi wanita kalo pagi dasteran”


Si Pur manimpali “Perempuan itu menyusui sampe umur dua tahun saja, kalo Laki maunya sampe pipi kempot aja masih nyusu...”


Si Tus langsung nyamber “Perempuan itu cek kedokter kalo telat, tapi kalo laki cek kedokter kalo kecepetan....”


Ah ternyata temen-temenku di kantor itu gelo semua, otaknya perlu di cuci... dan gilanya temenku ini semuanya perempuan loh.



Salam ti Si Hadi Tea Euy
Selamat weekend kawan!

Thursday, November 17, 2011

Menulis......


Hari ini saya chat dengan seorang kawan yang ternyata beliau sedang menyiapkan hari peluncuran buku barunya. Entah kenapa setiap ada kawan yang senang menulis apalagi yang sudah menerbitkan bukunya saya selalu terkagum-kagum dan berusaha membeli buku yang dibubuhi tanda tangannya.

Saya, hingga sekarang masih terus berangan-angan untuk menerbitkan sebuah buku. Yang pada akhirnya hingga sekarang paling banter saya hanya bisa menulis di status Facebook atau di Notes dan paling bagus di Blogs ini.

Ya, tidak mudah untuk menjadi seorang penulis. Bukan sebatas harus memiliki kemampuan berimajinasi, kreatif, berpengetahuan yang luas saja tapi pula harus memahami tatalaksana berbahasa yang baik dan benar (Grammernya kudu benar lah!) dan komitmen disiplin yang tinggi.

Bagi saya menulis hingga kini hanyalah merupakan sebuah hobi semata (suatu saat nanti akan menjadi sangat serius, itu komitmenku!), sehingga terkadang tatalaksana kaidah penulisan pun saya tidak perdulikan dan bahkan ngawur sama sekali, gaya bahasa yang menggunakan bahasa gado-gado dan es campur (kadang campurannya pake roti juga) dari indonesia, Sunda, jawa, English semua campur aduk.

Dan apa yang menjadi balasan dari hobi menulis saya tersebut. Yah, sebagian ada yang mengapresiasi (melanjuti ke media JAPRI untuk berdiskusi), sebagian lain kadang ada yang mencaci maki dan kirim e-mail kaleng (apalagi kalo temanya tentang SARA) serta ada yang lain juga Bahkan senang mengkomentari & mengkritik cara saya menulis. Bagi saya itu menjadi suatu proses pembelajaran dan BELAJAR untuk mewujudkan mimpi yang telah dikomitmenkan yaitu MENJADI PENULIS.

Wow, Menjadi seorang penulis pun dituntut sebuah pertanggung jawaban, bukah hanya pertanggung jawaban isi yang benar, pertanggung jawaban manfaat dan pertanggung jawaban moral dalam membawa kebaikan kepada semua pembaca dengan tingkat kemampuan dan pemahaman berbeda satu dengan yang lain.

Dan dengan hobi menulis maka memaksa kita untuk selalu membaca, belajar, dan jeli memperhatikan sesuatu sebagai sumber inspirasi.

Dan saat ini, Sebut saja kawan-kawan saya difacebook yang sudah menjadi penulis Buku cetakan professiona seperti mbak Ade Ummi Fikri (dengan buku Love Asset : Sukses Launchingnya ya mbak weekend ini!), Pak Ahman Sutardi (buku ke empatnya), Bung Sonny Setiawan sang ketua JBDK (Jangan Bugil di Depan Kamera) dengan beberpa bukunya, Pak Wawang Sukmoro (Buku-buku Si Tulip), Nyi Vinon dengan Sastra Pra nikahnya dan banyak lagi para pesohor buku (mbak Asmanadia, Mbak Helvy Tiana, Pak Isa Alamsyah, Pak Bambang Trim dan yang lainnya. Ohya tak lupa ada juga kawan-kawan penulis di weblogs dan website seperti Boss Alex Marpaung di Kompasiana, Pak Didiet Hidayat di blogsnya, Bung Andi Mulia dengan blog pebisnisnya, Kang Adrian Tisna dengan blogs asiknya, Kang Luigi Pralangga dengan website PBB-nya, dan Boss Anda Suliyono dengan Blognya yang sangat indah.

Selamat pada semua sahabat yang sudah menjadi penulis yang hebat, saya ingin segera belajar dan mendapatkan ilmu-ilmu kalian. Karena sekarang bahkan saya lebih sering menulis di COMMENT Wall atau statusnya orang alias jadi komentator. Dan kalian tahu persis seorang komentator diibaratkan analoginya seperti komentator pertandingan Sepak Bola, DIA yang selalu lebih pintar dari pemain bahkan pelatihnya, padahal pas sendirinya berada di tengah lapangan dia akan bergumam :

"Aje... Gile, Itu Gawang Jauh bener Ye... Ampuun Diijeee"

Ayo, Segera Menulis! Dan menulislah yang baik-baik dan bermanfaat!

Salam Ti Si Hadi Tea EUY!

Monday, November 14, 2011

By Sikil...........


Banyak sekali dari kita hanya menjalankan ritual tanpa memahami pengetahuan baik itu sejarahnya ataupun juga filosifi dari apa yang kita kerjakan. Begitupun suatu saat ketika saya ngemce-i sebuah acara pembuakaan toko sepeda kawan. Ya, banyak yg tidak tahu sejarah tentang sepeda.

Sepeda menurut telusur di mbak google (wikepidia) bermula di abad 18 di Perancis dengan sebutan nama Velocipede. Yang konon bahasa ini terbawa ke Belanda dan selanjutnya merunut sejarah kolonialisasi Belanda atau Portugis membawanya juga ke Indoneisa (Hindia Belanda). Sayang namun kemudian biar gampang Si Meneer Belanda or Portugis ini menyingkatnya menjadi Cipede yang ternyata (Wallohualam) terdengar oleh orang pribumi menjadi SEPEDA. Dan Hingga sekarang kita mengenal sebutannya sebagai SEPEDA.

"Dan, kemudian tahukah kalian berasal dari bahasa mana & apa, asal usul kata bicycle dalam bahasa Inggris yang bermakna Sepeda?" Begitu pertanyaan untuk games permainan untuk memenangkan doorprize pada seluruh bikers.

Sebagian besar audience cuman bisa cengar-cengir dan garuk-garuk kepala, sebagian menjawab :

"Dari Bahasa Arab..."

"Amerika..." dll

Dan sekonyong-konyong dari belakang kerumunan Bikers, munculah Sang kakek (teman ngawangkong) berteriak :

"Dari Bahasa Jawa.... BY SIKIL...." dan terpaksalah saya menyerahkan kaos sepedaan bermerek ke sang Kakek sebagai Doorprize. Dan komentar Saya sambil menyerahkan hadiah "Kaosnya dipake buat sepedaan ya Kek...!"

Tahukah, ternyata istilah Sepeda memiliki sebutan berbeda-beda di masing-masing daerah : sebut saja PIT : dari Daerah Jawa tengah & Timur, Kereta Angin : di daerah Sumatera utara, di Sunda sebutannya Sapedah, di Aceh kuetangen atau kuetanging, di Malaysia disebut basikal dan lainnya....

Selamat malam dan menikmati kemacetan Jakarta!

Salam Ti Si H@di Tea EUY!

Sunday, October 09, 2011

"Ini Aku Loh!!" (Statusku adalah Pencitraan Diriku)


Status : Hadi Kuncoro Ndak nyampe-nyampe....
Fri at 9:45pm via Mobile Web • Comment • LikeUnlike • View Feedback (12)Hide Feedback (12)


Sembilan jam dari release pertamakali status tersebut di atas, telah menghasilkan 12 komentar yang cukup beragam. Dari keberagaman comment tersebut lebih dari 80% menunjukan perception value commentary base (komentar-komentar berdasarkan nilai-nilai persepsi atau terkaan) dari si komentator dan bukan atas dasar re-confirmation answer.

Ya, proses interaksi dalam status dan komentar-komentar tersebut diatas adalah merupakan bagian dari hasil proses pencitraan diri yang sudah tertanam pada benak komentator terghadap sang penulis status. Sekedar mengingatkan kembali bagi yang pernah belajar tentang ilmu marketing bahwa selain ada marketing mix 4 P ( di Notes terdahulu berjudul [Teori Aplikasi Sehari-hari] Bauran Pemasaran) [Teori Aplikasi Sehari-hari] Bauran Pemasaran)
Juga ada subyek materi pembahasan mengenai Segmentasi, Diferensiasi dan Positioning. “Mudah-mudahan masih ingat ya... tapi kalo pun tak ingat ya sudahlah jangan terlalu di ambil pusing”

Intinya adalah : Di dalam proses Diferensiasi paling tidak memiliki 5 elemen, yang mana salah satunya adalah diferensiasi citra dimana proses ini bermaksud untuk membangun atau membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan. Semantara, Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berada dalam benak pelanggan sasarannya (Kotler, 1997).

Sebuah perusahaan dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan terhadap produknya dan produk pesaingnya sehingga akan dihasilkan peta persepsi. Dengan menggunakan informasi dari peta persepsi itu, dapat dikenali berbagai strategi penentuan posisi antara lain : a. Positioning menurut atribut produk, b. Positioning menurut manfaat Produk, c. Positioning menurut harga/ kualitas, d. Positioning menurut penggunaan/ penerapan, e. Positioning menurut pemakai Usaha, f. Positioning menurut pesaing dan g. Positioning menurut kategori produk

Dalam keseharian, terkadang tanpa sengaja atau tanpa sadar kita telah melakukan proses positioning tersebut, yang pada umumnya dalam hal ini kita sebut sebagai proses Pencitraan diri. Mengapa? Karena dalam interaksi kesehariannya bahwa setiap saat dan dimana saja kita sebagai mahluk sosial pastilah selalu dinilai oleh orang lain. Positif dan negatif penilaian orang lain pada diri dan keluarga kita juga ditunjang dari bagaimana setiap anggota keluarga membawa nama baik keluarga. Bagaimana bersikap baik dengan tetangga, aktif di kegiatan bermasyarakat, ikut menjaga ketertiban di lingkungan tempat tinggal, dan semacamnya. Proses pencitraan diri ini seperti layaknya sebuah perusahaan yang selalu menjaga proses hubungan baik dengan relasi dan pelanggannya.

Ya, pencitraan diri itu sangatlah penting. Bagaimana kita menampilkan diri kita di hadapan orang lain sehingga kita mendapatkan citra yang positif dari orang lain. Salah satu contoh baik dan segera untuk bisa kita lakukan bersama dalam proses pencitraan diri pribadi kita adalah tersenyum. Sebuah senyuman mengandung empat hal penting yaitu : kepercayaan diri, kebahagiaan, antusiasme dan penerimaan terhadap orang lain. Orang tersenyum dianggap percaya diri karena ketika seseorang gugup atau tidak yakin pada diri sendiri maka kecenderungannya adalah tidak tersenyum. Senyum menunjukkan kebahagiaan, sudah pasti.

Dan kecenderungan manusia akan menyukai orang-orang yang bahagia. Senyuman menunjukkan antusiasme karena senyuman menunjukkan bahwa kita senang bertemu dengannya, kita memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu dengannya dan ia akan menganggap kita tertarik dengan hal-hal yang akan dibicarakan kemudian.

Dan terakhir, senyum menunjukkan penerimaan kita terhadap orang lain, karena dengan senyum berarti kita bahagia menerima kehadirannya dihadapan kita.

Namun, dibalik semua bahasa tubuh itu, satu hal yang penting untuk diingat adalah selalu berpikir positif kepada siapapun yang kita temui. Dan pola berfikir tersebut akan memperlihatkan suatu hal yang positif dalam tampilan diri kita dimata orang yang kita temui.

Ketika Aku mencoba menuliskan status di atas maka persepsi pencitraan diriku berdasarkan dari komentar-komentar sahabat-sahabatku adalah sebagai berikut :

Status : Hadi Kuncoro Ndak nyampe-nyampe....
Fri at 9:45pm via Mobile Web • Comment • LikeUnlike • View Feedback (12)Hide Feedback (12)

Dan Kang Budhi Patriawan sahabat kecil saya berkomentar “Naik bangku om..”
Pak Dede Ruhiat sahabat kantor lama saya dengan komentarnya “Pakai baling baling bambu coba om........”
Kang Juljul Juliansyah Purnama sahabat di kantor lama lainnya “pake tangga bos...pis”
Mbak Dyah Retno 'Cemp' teman waktu kuliah : “lha opo disunggi bareng2...? malah mengko dikiro arak2an....:)” (artinya kurang lebih... kalo diangkat bareng-bareng, malah nanti dikira arak-arakan)
Oom Edwin Widiantoro sahabt kecil saya : “geura atuh!”
Abangku Teguh Heri Susanto Brengos sahabat ketika di asrama : “kalo minum susu sama sapi (Dan cow) pasti nyampe bang...”


Dan ketika aku Hadi Kuncoro menjelaskan : “Hahahaha..... Ini jalanan macet.... Kok lama banget ndak nyampe rumah..... Gwa aja sebel apalagi supir gwa yg nyupir ya...... BTW Thanks Guys, I got an idea for my notes........”

Tambahan komentar dari Kang Budhi Patriawan : “Oh kirain lg ganti bohlam..”
Koreksi komentar Kang Juljul Juliansyah Purnama :“makanya bos ganti ojex aje...cpt...”


Ternyata pencitraan diri yang berlandaskan fisik akan jauh lebih mudah direkam dibandingkan dengan pencitraan diri yang berangkat dari dalam. Menghadapai kenyataan ini maka marilah kita lebih bekerja keras dan untuk segera mengupayakan proses pencitraan diri dari dalam karena hal tersebut membutuhkan upaya dan konsistensi lebih panjang dari sekedar pencitraan fisik.
Mari kita sambut weekend ini dan seterusnya dengan senyuman dan pola berfikir yang positif (termasuk dalam ber FB) agar kita bisa menyampaikan keorisinalitasan citra diri kita yang baik dan positif.

Selamat ber Akhir pekan ..... Salam dari Si H@di Tea dan Keluarga EUY!!

Go Show & Cancelled!


Bahwa itulah arti sebuah nilai keluarga. Ya, seharusnya weekend ini aku dan isteriku menghabiskannya di Bangkok dan menikmati candle light dinner di sebuah kapal pesiar menghabiskan malam minggu.

Dari sejak awal perjalanan aku begitu sangat bergairah, terlebih setelah sekian lama kami sukar sekali menemukan waktu yg pas berbulan madu yg kesekian kali, hanya karena alasan kedua bidadari kecil kami. Kebetulan aku hrs melakkan perjalanan bisnis terlebih dahulu ke chiangmai dan isteriku akan menyusulnya melalui singapore untuk kemudian bersepakat bertemu dihotel di bangkok untuk memulai bulan madu.

Tepat 2 jam sebelum keberangkatan pesawat isteriku ke singapore, 'tuilit... Tulilit....' SMS masuk dari isteriku, mengabari bahwa dia sudah di bandara dan siap untuk take off menuju singapore 'Yah, Bun lg tunggu take off. Oh ya, udah beli cruise tour by online, tolong cek email confirmtionnya ke alamat Ayah...'

Wow... It's surprise, I was not expecting to have cruise tour with candle light dinner. Ya, bundaku selalu menyempatkan untuk memberikan kejutan-kejutan manis ketika kita berencana nge-date.

Sekitar satu jam setengah dr sejak SMS pertama, kemudian ada kabar terbaru dari isteriku 'Pesawatnya delay 1 jam 45 menit, Yah!' dan aku hanya bisa balas SMS dgn sangat singkat 'Ok, take care... Love you!'. Sementara aku masih sibuk melanjutkan tugas pekerjaan yang harus diselesaikan malam itu.

Dan satu jam dr sejak SMS kedua, kabar buruk itu datang...'Yah, kakak sakit muntah2 terus gak berenti... Gimana nih Yah?' dan aku mencoba menenangkannya dan segera menghubungi ke rumah mencari tau apa yang terjadi dengan bidadari kami.

'Yah, jadi gimana dong?' begitu pertanyaan isteriku, akhirnya setelah kami tahu bahwa Si Kakak memang sakit dan sepertinya cukup menghawatirkan untuk segera didampingi oleh salah satu orang tuanya paling tidak untuk dibawa ke rumah sakit.

'Ayah fikir anak-anak adalah yang utama. Kita coba nanti rencanakan ulang bulan madu kita berikutnya....' Dan pada akhirnya anak-anaklah keutamaan kami walopun semua pertiketan mulai dari pesawat, hotel, tour agency dll hangus tanpa bisa direfund.

Dulu ketika kami masih berdua, perjalanan go show concept kapan dan kemanapun bisa sangat tiba-tiba, bahkan tanpa rencana sekalipun. Sekarang setelah cinta kami terbagi rata sama besar untuk berempat, bahkan perencanaan matangpun bisa sangat menggagalkan sebuah perjalanan wisata yg kami impikan, karena bagi kami keluarga adalah keutamaan.

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti para sahabat yg belum dan berkehendak menikah dan memiliki keluarga, sebaliknya bahwa kejadian-kejadian dalam keluarga inilah yang membuat kami selalu belajar dan belajar dalam menghadapi berbagai situasi.

Dan, bahkan gilanya lagi kalo rencana ini berjalan dengan sukses... Kebayang kan? Di kapal pesiar berduaan (saja... Pake saja yah!) dan semua dilayani... Dan hemmm tentunya bisa bikin kita mabuk kepayang! Sekarang coba bayangkan lagi, setelah candle light dinner apa yang akan terjadi... Ketika hanya kita berdua yang sedang dimabuk asmara penuh dengan taburan cinta..... Huiih betapa nikmatnya memiliki kekasih hati! Ahaa... Menikahlah Kawan Karena akan memebuatmu kaya ..... Selamat berlibur kawan!

S@lam ti Si h@di Tea EUY!
Di tulis di dalam perutnya TG 433

Sunday, October 31, 2010

Sampai Nanti Ada Yang Menegur!


+ ''Gak papa.... Sampai nanti ada yang marah...hahahaa" Begitu suara gembira seorang pria dewasa. Dan melihat penampilannya, sepertinya dia sudah terbiasa melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Saat itu kami (maksudnya aku dan pria tersebut, sebut saja si Fulan) sedang berada tepat di lorong belalai menjelang memasuki badan pesawat menuju Bangkok.

- 'Sir, excuse me.... Could you please turning off your mobile please....' akhirnya seorang pramugari menegur si Fulan untuk mematikan handphonenya dan menunjukan nomor tempat duduknya.

+ 'Ok... Udah ditegur... Aku matiin dulu yah... I love you darling...' sembari senyum-senyum semanis mungkin bukan hanya pada sang pramugari tapi juga kesekitarnya yang pula sedang tertarik memperhatikan polah tongkahnya.

Ada beberapa hal yang menarik dalam fikiranku sembari memperhatikan polahnya si Fulan. Pertama bahwasanya selama di dalam lorong belalai, isi pembicaraannya pun bukan merupakan hal yang memiliki urgensi tinggi karena lebih banyak tertawa hahahahahanya dan darling-darlingannya (dan aku tidak sedang dalam posisi ngiri atau cemburu loh). Kedua, bahwasanya si Fulan memang menyengajakan diri untuk menantang agar ada yang menegur dan memarahi (susah membedakan antara berjiwa iseng atau memang ingin menunjukan sesuatu). Ketiga, aku menengarai dan meyakini dia adalah sejenis manusia agak exhibitionist yang berbicara dan tertawa begitu keras seolah meminta seomua orang memperhatikannya.

Sayangnya aku tidak memiliki keilmuan phsicology yang baik (aku cuman sedikit tahu ilmu kebatinan.... Dan sialnya Itupun seringnya terpendam dalam bathin saja... Jadi gak pernah pinter dan keluar juga) sehingga akhirnya aku hanya sanggup menerka dan bermain-main dengan fikiranku tentang apa yang kemudian melatar belakangi sesorang bisa memiliki perilaku semacam tersebut. Bagi ku akan mahfum adanya ketika seseorang berpolah hyper manakala berada dalam sebuah kelompok grup agak banyak tapi menjadi unik dan menarik ketika hal tersebut hanya dilakukan ketika sedang sendiri.

Kemudian seperti biasanya aku hanya bisa mengambil sebuah pembelajaran bagi diriku sendiri, bahwasanya tidak semua orang akan merasa nyaman akan tingkah polah antiknya kita, apalagi misalnya sampai mengeluarkan suara keras-keras yang dapat menggangu suasana tenang. Dan kemudian bahwasanya polah kita lah yang akan memposisikan image positif atau negatif diri kita dengan seketika itu juga karena atas reaksi yang orang lain lihat, pegang, cium dan rasakan saat itu.

Kembali mengingat kejadian dengan si Fulan yang memang menyengajakan menantang agar nantinya akan ada yang menegur atau memarahi atas pelanggarannya, aku Teringat dahulu ketika aku mengatar ayahku berobat pada seorang dokter senior karena sakit akibat ulahnya sebagai perokok berat.

+ 'Pak, ini semua karena kebiasaan merokok Bapak yang begitu sangat parah...' begitu penjelasan sang dokter

- 'Dok, kawan saya bulan lalu meninggal juga, padahal dia tidak merokok dan sebaliknya orang tua saya meninggal ketika usianya hampir 100 tahun... padahal beliau perokok lebih berat daripada saya' begitulah ayahku memeprtahankan argumennya agar terhindar untuk berhenti dr kebiasaan merokoknya.

+ 'Silahkan, sekarang tersehar Bapak, saya hanya kasih tau.....mau berhenti sekarang atau nanti suatu saat juga ada yang menegur memberhentikan bapak..... Tanpa bilang-bilang!' begitulah singkat dan padat jawaban sang dokter yang membuat kami tersenyum simpul gusar....

Salam ti Si H@di Tea EuY!!

Selamat berakhir pekan sahabat Tea Euy!

Serupa tapi (bisa jadi) tak Saudara

+ 'Bun, kenapa garis wajah beberapa ibu-ibu tadi kok mirip banget yah?' begitu pertanyaanku pada sang bunda pandaku ketika kami sedang menunggu giliran di panggil dokter di sebuah rumah sakit di daerah Pondok Indah.

- 'yang mana Yah.....?' isteriku tanya balik

+ 'Itu loh yang di depan kita, ibu agak setengah baya yang gelangnya koncreng-koncreng dan mirip banget garis wajahnya ma Mpok Ati...' jabarku lagi sembari mengedipkan mata kearah sasaran yang dimaksud

Dan, sekarang duduk di sebelah depan ku juga sang ibu (sepertinya ibu isteri mantan pejabat) memiliki garis wajah yang mirip sekali dengan garis wajah Mpok Ati (mohon maaf sebelumnya tidak bermaksud negatif) dan wanita-wanita yang pernah aku dan isteriku jumpai. Selain kesamaan yang dimiliki dari garis wajah, hidung dan bentuk dagu, ibu-ibu tersebut pun memiliki kesamaan yang nyaris selevel dalam penampilannya yaitu usianya sudah lebih dari 40 tahun, strata ekonominya adalah menengah atas (karena banyak koncreng-koncrengnya seperti gelang, kalung dan anting), kacamata yang gedenya gak kalah ma kacamata tukang las tapi bedanya di logo doang, pake syal atau pashmina woll atau sutra dan bermobil yang pintunya bisa buka tutup sendiri.

Dan katanya menurut gossip serta rumor dari isteriku, mereka itu melakukan opearsi kecantikan wajah agar terlihat lebih cantik dan menarik di seorang Haji yang terkenal (Pak Haji Jxxx) dan menurut kabar, pelanggannya Pak Haji itu memang betul-betul berasal dari kalangan berduit dan artis.

Aku, tertegun dan tersenyum simpul dalam hati dengan segudang pertanyaanku..... Kenapa garis dan bentuk wajahnya mirip semua apakah karena Pak Haji hanya memiliki sebuah (hanya sebuah) design dan mock up? Atau karena memang pada periode itu yang sedang ngetop adalah design bentuk seperti Mpok Ati (pada saat itu Mpok Ati sedang menjadi Trade Mark, kok nggak Agnes Monica yah?)

Tak tahulah apa sesungguhnya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bahkan mungkin saja sebetulnya karena saya dan isteri yang salah berprasangka...... Karena sebetulnya mereka adalah semua bersaudara dan satu keluarga dengan Mpok Ati (tapi kok banyak banget yah... Paling tidak sudah ketemu dengan lebih dari 5 orang ibu-ibu sejenis, seumuran dan serupa di luar Mpok Atinya sendiri)

Trus, kalo pria yang pengen dirubah penampilannya, kira-kira bakal kayak siapa yah modelnya ? Semoga mirip dengan brad pitt lah paling nggak. Tapi dengar kabar lebih lanjut katanya Pak Haji sudah almarhum (saya kurang tahu pastinya - hanya kabar burung).



Salam ti Si H@di Tea EUY!!

Sakitlah Pada Tempatnya.......

+ 'Sorry, I never have experience for this desease....' begitu komentar dokter Jose Aragato yang asli Portugal, seorang dokter senior.

- 'Eps...puu..epp... What do you mean with that Doc?' kemudian saya menjadi agak khawatir atas jawaban yang tidak meyakinkan tersebut

+ 'Ya... You are most probably the second patients of dengue fever in portugal and by experiences we do not really know how to handle this deasis....'

- 'Wow... Wwoow... Should I have to be praud of or what.... I don't know... But you are really expert wrote the bill Doctor.... With very very expensive of course heheheeh...' timpalku sembari becanda.

Dokter Jose adalah dokter ahli rekanan Hotel Cascais Miragen dan dia sangat senior, terbukti bahwa saya adalah pasien DB dengan trombosit 60K (normal 150K - 300K) masih bisa aktif ikut konference, workshop dan tampil di event "Oriflame Global Got Talent", setiap hari dr jam 9 pagi sampe tengah malam selama seminggu. Tanpa pingsan, tanpa diinfus dan tanpa minum obat, cuman dapet 7 suntikan selama berhari-hari, mulai dari suntikan pengganti cairan (infus karena gak diganteli selang infusan), suntikan pencegah bakteri, suntikan penurun panas dan setiap hari ditusuk jarum pengambil darah. Selain hasil stamina yg baik walopun kadang agak sweaty dan gleyengan tapi juga terasa tangan dan pantat yang sakit pegel-pegel karena kebanyakan ditusuk jarum.

Dan keahlian Dokter Jose adalah membikin invoice, selama sakit saya harus membayar 1740 EUR, bayangkan seribu tujuh ratus empat puluh EURO... hampir 20 juta rupiah. Bahkan Sakit DB dengan perawatatan paling mewah di Rumah sakit Jakarta dengan kelas VVVVIP sekalipun nggak akan pernah sampe bikin pasien yang tadinya mulai sembuh jadi sakit lagi pas liat kwitansi tagihannya......

Invoice sebanyak itu nggak muncul dalam sekali, tapi itu adalah totalnya. Setiap hari kunjungan ke kamar dari sang dokter selalu lengkap membawa suster plus stetoscope, termometer canggih, jarum suntik dll (lengkap banget, it was like compact hospital equipment termasuk oksigen it needed) juga selalu bawa mesin EDC alias mesin gesek kartu kredit sebagai pelayanannya. Hari pertama masih bisa bayar bill dengan cash 500 EUR. Dan seperti biasa ketika menyangkut keuangan laporan langsung ke perdana menteri di rumah harus dilaporkan secara Live.....

+ 'Bun..... Biayanya 500 EUR....' Begitulah laporanku....

- 'Nggak papa Sayang...' sang tercinta menyemangati dengan penuh kasih

Hari kedua tiba... Dan sang dokter melakukan treatment khusus, karena sakitnya agak drop... Tralalala.... Billnya 700 EUR mulai dibayar pake gesek kartu kredit... Dan hal yang sama, aku langsung telpon perdana menteriku sang Bunda Panda...

+ 'Bun... Hari ini bayar pake credit card, billnya 700 Euro...' sambil garuk-garuk telponnya...

- 'Haaaa... Tapi ayah udah sembuh kan...?' isteriku mulai meresponse bimbang antara sayang suami atau sayang uang.

Terus dan terus... hingga akhirnya tiba di Hari terakhir.... Dengan totalnya invoice 1740 EUR

+ 'Bun, totalnya biayanya hampir dua puluh juta rupiah....'

- 'Ayah, awas nanti jangan sampe nggak bisa klaim ke asuransi ya... Semua dokumen harus lengkap... Awas kalo nggak!' begitulah sangat straight forwardnya perdana menteriku dalam menginstruksikan perintah menjaga moneter keuangan domestik....

+ 'Yes... Mam....'

Dan setelah itu aku pun pingsan lagi dengan sukses.... Bukan... Bukan karena penyakit Demam berdarahnya aku terkulay nyaris pingsan, tapi karena :

Yang pertama tercengang liat jarum suntik segede alaihim setiap hari dan yang kedua kalinya liat Bill yang begitu mbengkak! dan yang ketiga nyaris pingsan pas denger ternyata perdana menteriku masih memberi tugas untuk dokumen claim.... :-)

So, Belajar dari perjalanan ini hendaklahlah kita selalu menjaga kesehatan dan ketikapun sakit maka pilihlah sakitnya yang memang umum ditempatnya, bukan seperti sakit penyakit tropis di benua non tropis.

Selamat Istirahat, sahabat. Tulisan ini ditulis sepanjang perjalanan yang diselimuti demam dan filenya sempat terserak diantara sekian file-file.

Salam Ti Si H@di TeaEUY!!

Kemanusiaan yang adil dan beradab

+ Andrey Garnilova (AG) “Indonesian people has intentionally to endeavor the rules...”
- Aku “To seek a way out of the rules is meaning for creative, isn’t it ?”
+ AG “Creative from a good man is not on the negative things.....”

Dan begitulah percakapanku dengan colleague dari Rusia sana, dalam melihat kenyataan bahwa hebatnya orang Indonesia yang selalu mencari cara mengakali peraturan-peraturan yang berlaku.
Sebetuljujurnya bagiku sangat menyedihkan menerima komentar yang begitu sangat negative terhadap perilaku-perilaku yang sering terjadi di negeri ini. Namun apa daya, aku sendiri tak memiliki bukti kuat untuk membantahnya karena seringkali perilaku-perilaku tersebut tampak di depan mata kita. Sebut saja bahkan di jalan Sudirman Jakarta ini yang sudah diberi pagar, bahkan tetap saja para penyebrang jalan melintas seenaknya, padahal jembatan penyebrangan tersedia tak lebih dari 10 meter sebelah kanannya.

Padahal ditilik dari sisi pendidikan dan kedekatan bimbingan dalam keluarga, Bangsa ini paling banyak mengajarkan tentang adab dari kita sejak kecil dulu. Sebut saja; sila kedua dari dasar negara kita yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab, kita selalu diajari bagaimana adab terhadap orang tua atau guru, bahkan agama pun mengajari adab terhadap sesama dan bahkan gilanya bukan hanya sekedar adab antar sesama manusia saja tapi juga dengan binatangpun kita diajari memiliki adab yang baik, misal adab menyembelih ayam atau hewan kurban dan lain sebagainya.

Sekarang ketika Facebook membooming pun ada ratusan ribu orang Indonesia menjadi member berbagai group komunitas tentang kebaikan sebut saja; komunitas Pak Mario Teguh, Komunitas berbasis keagamaan bahkan ada yang specific bergabung dalam group kelompok Belajar Adab contoh Rasulullah Belajar-Adab-Adab-Sunnah , Namun kemudian itu semua seolah tak ada artinya ketika kita melihat kenyataan bahwa aktifitas pelanggaran adab-adab perilaku sering terjadi di keseharian aktivitas di Negeri ini, bahkan hampir 24 jam mulai di jalan, di kantor sampai di televisi.

Sialnya kemudian, ketika kemudian kita tertangkap basah sedang melanggar sesuatu aturan, seringkali kita mencari pembenaran dengan cara menyalahkan contoh-contoh adab perilaku buruk dari para atasan dan petinggi bangsa ini.

+ Aku “Maaf Pak, kenapa bapak bawa motor di jembatan penyebrangan?”
- Si Bapak “Ah... cerewet amat sih lo, biar cepet!!” sembari menggas motornya... bruum brumm.... berusaha melewatiku dan kawan-kawan yang sedang berjalan kaki
+ Aku “Ya, tapi ini kan tempat buat menyebrang pejalan kaki Pak...” sembari aku tetap mencoba menghalangi jalan laju kendaraan bermotor tersebut.
- Si Bapak ‘Heh... Elo, polisi juga bukan... Minggir lo !!! kalo Lo mau, tuh koruptor di pemerintah ma anggota DPR Lo bilangin juga.....”

Dan kemudian aku tertegun melongo, bahwa :
1. Aku bukanlah seorang aparat hukum yang harus menyeret para pelanggar hukum, tapi bahwa aku hanyalah pemilik hak pengguna jembatan penyebrangan jalan
2. Apa hubungannya melanggar peraturan penyebrangan jalan dengan para anggota DPR
3. Kenapa kemudian jadi dia yang lebih galak yah ?

Dan menurut pemahaman saya ADAB adalah berarti adat kebiasaan. Kata ini menunjuk pada suatu kebiasaan, etiket, pola tingkah laku yang dianggap sebagai model. Dan, adab ini merupakan cerminan pribadi diri akan ahlaknya. And It’s about private manner yang tumbuh dari kekuatan akhlak seseorang.

Tadi malam aku berdiskusi dengan seorang sahabat, beliau termasuk seorang executive muda Jakarta kelas menengah atas. Bahkan sebagai lawyer sahabatku pun menjadi kesulitan bagaimana menemukan cara agar Bangsa ini segera memperbaiki mentally defect-nya agar stigma negative hilang dan pergi dengan segera serta berbalik arah menjadi stigma masyarakat yang betul-betul ramah, santun, giat bekerja dan bersungguh-sungguh dalam melakukan adab yang baik.

Bahwa faktanya kamipun berdua bersepakat bahwa Bangsa ini adalah bangsa yang kaya baik sumber daya alam maupun populasi, tingkat kecerdasan juga tak memalukan dengan beberapa kali meraih medali di dunia science dan pekerja keras. Terkait dengan pekerja keras ini aku ingin menghigh light bahwa kita memiliki endurance dan stamina yang baik dalam bekerja, sebut saja : Ibu-ibu pedagang sayur harus memulai hari dari sejak dini hari hingga kembali di malam hari, pekerja kantor berangkat subuh dan kembali malam hari karena kemacetan dan rintangan lainnya, dan masih banyak fakta betapa perkasanya bangsa ini.

+ Aku “Maaf Ibu, kami semua mengantri loh.....” begitu aku mengingatkan seorang ibu yang sedang memanfaatkan “keibu-ibuannya” mencoba untuk tidak mengantri, dan bukan karena kesungguhan dalam keadaan darurat (Saya sempat melihat Ibu ini sedang bermake up di dalam mobilnya diparkiran dan jarak waktu dari saya melihat beliau hingga mengantri sekitar 13 menit, so tidak ada kejujuran terburu-buru tersebut!).

- Ibu “Aduh maaf Ya Dik, Saya sedang terburu-buru nih boleh duluan nggak ?” Sembari mengeluarkan smiling magic-nya

+ Aku “Maaf Bu, silahkan mengantri... Kan sudah ada pengumuman aturannya tuh...” sembari aku menunjuk pada sign board yang bertuliskan HARAP MENGANTRI DENGAN TERTIB!

- Ibu “Ah.. Aturankan yang bikin manusia, jadi bisa di atur ituh.....” sembari sewot dan akhirnya Sang Ibu terpaksa turut mengantri sembari menjadi totonan bagi para pengantri.

Dan dengan riang Aku menjawab “Aduh iya nih Bu... sayangnya Saya teh bukan buatan manusia Bu... jadi saya nggak bisa diatur oleh manusia yang kurang memiliki adab yang baik!”

Dan mari kita bayangkan bahwa:
1. Ibu tersebut sedang berupaya mencoba melakukan trial and error (kebiasaan gambling dan mencari jalur singkat - bangsa ini banget)
2. Sangat memungkinkan ibu tersebut berbohong mengenai keterburu-buruannya
3. Ibu tersebut tidak memiliki kemampuan perencanaan dan priority management
4. Menganggap semua itu bisa diatur walopun harus kemudian tidak menghargai hak orang lain
5. Dan dia adalah seorang Ibu/Bunda/Mama/Ummi/Mommy yang memiliki beban tanggung jawab lebih besar untuk memberikan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anaknya tentang nilai-nilai mulia.

Selamat berakhir pekan, semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk menjalankan adab yang baik dan benar dalam keseharian

Salam Ti Si H@di Tea EUY!!